
PeluangNews, Maumere – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maumere resmi menjalin kemitraan strategis dengan Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air, koperasi terbesar di Indonesia yang berbasis di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kerja sama ini bertujuan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 461.025 anggota Kopdit Pintu Air yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sikka, Ade Aryan Manala Tandi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU).
“Kami sangat bangga dapat bermitra dengan Kopdit Pintu Air. Harapannya, seluruh anggota koperasi ini dapat menikmati jaminan sosial ketenagakerjaan yang layak,” ujar Ade Aryan saat memberikan bimbingan teknis kepada para pengelola cabang Kopdit Pintu Air di Rotat, Jumat (11/7/2025).
Perlindungan Komprehensif Bagi Anggota
Melalui kerja sama ini, anggota Kopdit Pintu Air secara bertahap akan mendapatkan perlindungan dari dua program utama BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Program JKK memberikan perlindungan menyeluruh dari risiko kecelakaan kerja, termasuk saat perjalanan dinas. Manfaatnya meliputi pembiayaan penuh untuk pengobatan, perawatan medis, hingga rehabilitasi tanpa batas biaya—selama sesuai indikasi medis.
“Jika ada anggota yang mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya medis akan ditanggung BPJS tanpa batas. Kami ingin memastikan pekerja mendapatkan layanan terbaik hingga pulih dan kembali bekerja,” tegas Ade.
Selain itu, terdapat manfaat Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) berupa penggantian sebagian upah, dengan besaran hingga Rp1 juta per bulan selama masa pemulihan. Jika terjadi kematian akibat kecelakaan kerja, ahli waris akan menerima santunan tunai sekaligus, santunan berkala selama 24 bulan, biaya pemakaman, serta beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi syarat.
Sosialisasi Masif Jadi Kunci
Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya kerja sama pada September 2024, baru sekitar 1.276 anggota yang telah tercakup dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Angka ini masih sangat kecil dibandingkan total anggota kami. Harapan kami, seluruh anggota Kopdit Pintu Air bisa diproteksi secepat mungkin,” ujar Yakobus.
Ia pun mendorong seluruh pengelola cabang untuk lebih aktif menyosialisasikan manfaat jaminan sosial ini hingga ke tingkat akar rumput.
“Pengelola cabang harus lebih giat turun ke lapangan dan menyampaikan kabar baik ini. Perlindungan sosial adalah kebutuhan mendesak, bukan pilihan,” tegasnya.
Yakobus menekankan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan melengkapi peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Tidak hanya menyediakan akses simpan pinjam, tetapi juga memberikan perlindungan dari risiko kehidupan, khususnya bagi anggota yang mayoritas bekerja mandiri.
“Dengan jaminan sosial ini, anggota bisa bekerja lebih tenang dan fokus. Kami juga akan memfasilitasi pendaftaran dan pembayaran iuran secara kolektif agar lebih mudah diakses,” pungkasnya. (RO)