Kerja sama ditekankan pada pengetahuan perkoperasian dan kewirausahaan untuk anggota baru. Selain itu, kopdit terbesar di Indonesia ini memiliki kepedulian tinggi dalam sektor pendidikan melalui penyediaan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi.

Keberhasilan dalam mengembangkan usaha koperasi menjadi salah satu alasan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka melibatkan KSP Kopdit Pintu Air dalam memberikan pembekalan kepada kader baru. Materi ditekankan pada perkoperasian dan kewirausahaan untuk bekal peserta pada masa mendatang.
Acara pembekalan dilaksanakan di Dian Desa, Desa Waibleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, 20 Februari 2026. Seluruh anggota baru GMNI yang menjadi peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.
”Kami berjanji untuk menjaga komitmen kemitraan yang terbangun ini dan kami siap menjadi jembatan penghubung antara keluarga dengan Pintu Air,” ujar Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Ito.
Melalui aktivitas pembekalan tersebut, diharapkan wawasan kader baru GMNI tentang perkoperasian dan kewirausahaan meningka. Selain itu, melalui Komisariat Ekonomi para peserta diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan.
Wilfridus mendorong agar rekan-rekan peserta pembekalan dapat mendalami ilmu tentang hidup berkoperasi. Dengan begitu, maka bila selesai kuliah kader GMNI tidak kesulitan untuk memulai usaha berdasarkan potensi yang ada. “Kami mengharapkan Pintu Air menjadi mitra untuk mendukungnya,” ucap Wilfridus.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Simpanan Kopdit Pintu Air Abdul Rahman Nau menegaskan bahwa Kopdit Pintu Air memiliki kepedulian tinggi pada sektor pendidikan. Kepedulian ditunjukan melalui penyaluran beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa yang besarnya bervariasi.
Untuk mendapatkan beasiswa pendidikan tersebut ada syarat yang perlu dipenuhi yaitu umur keanggotaan penerima manfaat lebih dari satu tahun dan berprestasi. Bagi siswa SMA dan sederajat akan menerima beasiswa sampai Rp600 ribu perbulan. Sedangkan mahasiswa wajib mendapatkan IPK minimal 3,5 untuk mengakses beasiswa.
“Kalau kalian belum menjadi anggota, ini saat yang tepat untuk bergabung. Kami akan menopang perjuangan dari luar kampus”, ujar Abdul Rahman.
Sementara Humas Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air, Vinsensius Deo mengungkapkan saat ini pihaknya memiliki 59 kantor cabang dan 19 cabang kantor persiapan dengan aset mencapai lebih dari Rp2,6 triliun. “Ini menjadi sebuah pencapaian yang sangat luar biasa berkat kepercayaan masyarakat,” tutur Vinsensius.
Kopdit Pintu Air tidak hanya mengejar pertumbuhan usaha tetapi memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan. Kopdit yang dipimpin Yakobus Jano ini berkeyakinan bahwa akses pendidikan yang baik dapat meningkatkan mobilitas vertikal anggota dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi. (Kur).





