Melalui aplikasi Chatat, anggota yang memiliki usaha produktif dapat memantau arus keuangannya secara digital di ponsel berbasis android.
Perkembangan teknologi digital memberi kesempatan besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar global. Untuk bisa bersaing, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan literasi digital. KSP Kopdit Obor Mas menyadari hal ini dan memfasilitasi anggotanya dengan meluncurkan aplikasi Chatat yang diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, akhir Oktober 2020.
Menkop Teten, mengatakan, aplikasi Chatat sudah sejalan dengan harapan pemerintah agar koperasi melakukan transformasi digital. Oleh karenanya, Kemenkop dan UKM menyambut baik inisiatif Kopdit Obor Mas yang telah menerapkan digitalisasi bagi pelaku UMKM. “Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada KSP Kopdit Obor Mas, yang pertama di NTT menerapkan digitalisasi bagi pelaku UMKM,” ujar Teten.
Chatat merupakan aplikasi yang digunakan untuk digitalisasi laporan keuangan bagi anggota UMKM Kopdit Obor Mas. Aplikasi ini dapat melakukan pencatatan keuangan bisnis yang mudah, murah dan praktis. Data keuangan yang dicatat akan tersimpan secara aman dan menghasilkan laporan keuangan sesuai standar akuntansi.
Melalui aplikasi Chatat, anggota UMKM Kopdit Obor Mas dapat mencatat semua transaksi usahanya mulai dari pemasukan, pengeluaran juga perhitungan rugi laba yang sudah tersistem otomatis melalui ponsel berbasis android.
Menkop juga menekankan pentingnya digitalisasi UMKM untuk mengakses pasar yang lebih besar dan lebih mudah dalam mengakses pembiayaan. Oleh karenanya, terobosan Kopdit Obor Mas ini patut diikuti oleh koperasi lainnya. Menkop juga mengaku senang dapat mengunjungi salah satu koperasi terbaik di Indonesia itu.
“Kopdit Obor Mas sangat sehat dengan anggota yang sangat besar dan kesehatan keuangannya juga bagus, kedisplinan, mematuhi aturan koperasi yang luar biasa dan hari ini kita saksikan, Obor Mas ini tidak jauh beda dengan perbankan modern, sudah menggunakan teknologi digital dalam seluruh penerapan pelayanan administrasi maupun pelayanan anggota,” kata Menkop Teten Masduki.
Dalam kesempatan sama, Ketua KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, menyampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada Menkop dan UKM atas kesediaannya mengunjungi Kopdit Obor Mas. “Kopdit Obor Mas mencatat sejarah baru, dimana Menteri Koperasi dan UKM RI berkunjung dan meluncurkan digitalisasi UMKM,” ungkapnya.
Melalui Chatat, Kopdit Obor Mas berharap anggota UMKM dapat naik kelas. Ini penting agar usaha anggota semakin berkembang dan terkoneksi dengan pasar yang lebih luas. Dengan begitu, akan terjadi peningkatan kesejahteraan.
Andreas menambahkan, jika sebelumnya anggota pelaku usaha hanya menjalankan bisnis secara biasa-biasa saja, kini semuanya berubah menjadi terdigitalisasi. “Kami mendorong anggota agar memanfaatkan aplikasi ini untuk kemajuan usahanya,” ungkap Andreas.
Sementara itu, General Manager Kopdit Obor Mas, Leonard Ferdiyanto mengatakan, peluncuran digitalisasi Kopdit Obor Mas oleh Menkop dan UKM adalah bagian dari cara manajemen untuk membantu para anggota UKM agar mulai terbiasa memasarkan bisnis usahanya secara online. Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang kian beragam dan tanpa batas.
“Ini juga cara mudah mendampingi anggota untuk mulai membangun bisninya secara online dan mudah langsung dari ponselnya. Dunia sudah terbuka dan tugas kita dari manajemen adalah menyesuaikan. Dengan memiliki software-nya ini maka kontrol usahanya gampang,” ujar Ferdiyanto.
Ferdiyanto menambahkan, Obor Mas juga sudah bekerjasama untuk meluncurkan satu marketplace, dengan nama Pasar Digital Obor Mas. Melalui marketplace ini, Obor Mas menyiapkan lapak online bagi semua jenis usaha anggota baik dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha jasa lainnya.
Seusai meresmikan Chatat, Menkop dan rombongan berkunjung ke tiga kelompok petani dan peternak dampingan Obor Mas. Selain berkunjung ke Kelompok Tani Hortikultura Binaan Kopdit Obor Mas di Desa Tilang, Kecamatan Nita, Menkop juga meninjau lokasi peternakan ayam petelur di Wolomarang, Kecamatan Alok Barat dan berkunjung ke lahan pengembangan Irigasi Tetes milik Yance Maring di Desa Wailiti, Kecamatan Alok Timur.
Rangkaian kegiatan kunjungan Menkop UKM tersebut dalam rangka mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi koperasi dan UKM di Provinsi NTT. Selama ini NTT dikenal sebagai daerah dengan tingkat kesadaran berkoperasi yang tinggi.
Terkait dengan pola pertanian irigasi tetes bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan areal lahan kering yang selama ini selalu jadi momok dikala musim kemarau tiba di NTT. Teknologi itu sangat efektif di tengah keterbatasan air yang melanda Kabupaten Sikka.
Penyiraman dalam pola pertanian irigasi tetes ini berbasis IT dan membutuhkan modal kerja yang cukup besar. Dalam hal ini, Obor Mas telah membiayai anggota petani yang telah menjalankan sistem bertani dengan didukung teknologi digital tersebut. Harapannya, agar anggota petani tidak lagi terkendala dengan masalah suplai air.
Terobosan Obor Mas dengan meluncurkan Chatat dan membiayai para anggota yang memiliki sektor usaha produktif merupakan wujud dari komitmennya untuk membantu sesama dan menggerakkan perekonomian. “Kami akan terus mendorong kemajuan usaha anggota melalui berbagai skema pembiayaan meski di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai,” pungkas Frediyanto. (Kur)








