
PeluangNews, Jakarta-Pemerintah mendorong perubahan besar di desa. Jika selama ini desa identik sebagai pasar dan konsumen, ke depan desa diarahkan menjadi pusat produksi sekaligus etalase produk lokal melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Kopdes Merah Putih tidak sekadar koperasi biasa, melainkan ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikan seluruh potensi desa secara profesional dan berkelanjutan. Mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hingga produk kreatif masyarakat, semuanya diarahkan masuk ke dalam satu wadah usaha bersama.
“Kopdes Merah Putih akan mendorong perputaran uang di desa. Jika desa kuat, dampaknya langsung ke pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ferry saat membuka Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jambi secara daring, Selasa (27/1).
Menurut Ferry, sudah terlalu lama masyarakat desa hanya berperan sebagai konsumen. Melalui Kopdes Merah Putih, desa didorong menjadi produsen dengan produk berbasis sumber daya lokal yang dipasarkan langsung melalui gerai koperasi. Pemerintah memastikan dukungan penuh, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan usaha.
Kementerian Koperasi juga menyiapkan akses pembiayaan lewat LPDB Koperasi serta program inkubasi agar produk desa bisa naik kelas dan berkembang lebih cepat. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan pelaku ekonomi.
“Sekarang masyarakat tidak boleh hanya jadi nasabah bank. Akses permodalan dibuka lewat koperasi. Bahkan pembangunan fisik Kopdes, pengadaan barang dagangan, hingga kendaraan logistik juga difasilitasi,” kata Ferry.
Selain memperkuat ekonomi desa, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi ruang baru bagi generasi milenial dan gen Z. Dengan kreativitas dan kemampuan digital, anak muda diharapkan terlibat dalam produksi, pengelolaan, hingga pemasaran produk melalui koperasi.
Ferry menilai koperasi bisa menjadi tempat kerja baru sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha muda di daerah. Ia pun mengajak Dekopin untuk aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam ekosistem koperasi.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta mempercepat pembangunan fisik Kopdes Merah Putih. Ferry berharap Provinsi Jambi bisa menjadi contoh pengembangan Kopdes Merah Putih secara nasional.
“Pengembangan koperasi adalah tugas bersama. Membesarkan koperasi merupakan amanat konstitusi,” ujarnya.
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan, sejumlah Kopdes Merah Putih di wilayahnya sudah menunjukkan kinerja positif. Dengan potensi perkebunan sawit yang luas, penjualan pupuk dan alat mesin pertanian saja sudah menguntungkan, apalagi jika ditambah sembako dan produk lainnya.
Ia juga menilai kehadiran gerai Kopdes mampu menjaga stabilitas harga di masyarakat. Harga yang lebih terkendali dinilai berkontribusi langsung dalam menekan inflasi daerah dan mendukung pengendalian inflasi nasional.








