Kopsyah BMI sukses menjalankan peran ganda sebagai profit center dan social movement. Keberhasilan itu menjadi magnet yang menarik banyak pihak untuk menjalin sinergi.
Salah satu prinsip koperasi adalah kerja sama dengan koperasi lain untuk pengembangan usaha. Hal itu mencerminkan wujudnya sebagai badan usaha sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Prinsip itu sudah dijalankan oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).
Dalam pandangan Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI, kerja sama atau kolaborasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Apalagi anjuran untuk bekerja sama memiliki landasan teologis yang kuat. “Kita diperintahkan oleh Allah untuk bekerja sama dalam kebajikan, dan Kami sudah buktikan dengan menjalin kolaborasi bersama koperasi maupun pihak lain,” ujar Bara, sapaan akrabnya.
Seperti diketahui, dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 2, Allah memerintahkan umat-Nya untuk menjalin kolaborasi dalam kebajikan. Berikut terjemahannya:
“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.
Selama ini sudah banyak sinergi yang dilakukan oleh Kopsyah BMI dengan pihak ketiga. Begitu pula yang dilakukan oleh Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI), satu grup usaha dengan Kopsyah BMI. Salah satu kolaborasi yang dilakukan Kopmen BMI adalah kerja sama pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang (GTG) milik Pemkab Tangerang yang berlokasi di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Penandatanganan kerja sama berdurasi 5 tahun itu dilakukan pada 3 Mei 2019, oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Kamaruddin Batubara.
Dalam sambutannya, Bupati Zaki mengatakan, melalui kerja sama pengelolaan GTG dengan Kopmen BMI diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Tangerang, khususnya pelaku UMKM. “Kami yakin dibawah pengelolaan Kopsyah BMI, GTG dapat menjadi etalase produk-produk UMKM Tangerang yang efektif dan memacu kewirausahaan masyarakat,” ujar Zaki.
Sekadar informasi, GTG yang diresmikan oleh Bupati pada awal 2018, dibangun sebagai sarana promosi bagi produk-produk unggulan lokal yang dihasilkan dari para pelaku usaha rumahan. GTG terdiri dari satu gedung utama dengan tiga lantai dan dilengkapi fasilitas panggung untuk pentas seni dan budaya serta tempat parkir yang luas.
Kamaruddin mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan dari Pemkab Tangerang untuk mengelola GTG. “Pengelolaan GTG itu sejalan dengan misi Kami untuk melakukan pemerataan ekonomi di tengah masyarakat,” ujar Bara.
Bersamaan dengan launching kerja sama pengelolaan GTG tersebut, Kopmen BMI meluncurkan Kopi Benteng, Kopinya Orang Tangerang. Kedai Kopi Benteng sendiri terletak di area GTG, tepatnya di sisi kanan depan gedung utama. Desain kedai kopi itu sangat kekinian dan milenial minded karena terbuat dari material kontainer bekas dengan dominasi warna hitam. Ini sesuai dengan target pasar yang akan dibidik yaitu kaum milenial.
Selepas penandatangan kerja sama, Kopmen BMI langsung bergerak. Lantai 1 GTG diisi dengan display produk-produk UMKM Tangerang seperti fesyen, sepatu, dan kerajinan tangan. Selain itu, ada pula minimarket milik Kopmen BMI yang menjual snack, minuman ringan serta barang kebutuhan sehari-hari. Lantai 2 rencananya akan difungsikan sebagai food court. Sementara lantai 3 akan digunakan untuk kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan koperasi dan UMKM.
Kopmen BMI selaku pengelola GTG juga menggelar Bazar Ramadhan yang berisi aneka panganan, fesyen, maupun produk kerajinan khas Tangerang. Dengan acara Bazar itu diharapkan awareness masyarakat terhadap GTG dapat meningkat dan sekaligus sarana pemasaran produk UMKM yang efektif. “Produk UMKM yang berkualitas dan laris selama Bazar Ramadhan punya peluang besar menempati lantai 2 GTG,” ungkap Bara.
Sesuai dengan komitmen pemberdayaan ekonomi, nantinya para pelaku UMKM terpilih dapat menempati gedung GTG dengan sistem bagi hasil. Ini sesuai dengan prinsip syariah yang memberi maslahat bagi semua pihak.
Gebrakan Kopmen BMI
Selepas bekerja sama dengan Pemkab Tangerang, Kopmen BMI melakukan gebrakan lain dengan meresmikan Toko Bangunan ke 3, Grosir Sembako dan Warung BMI (Minimarket) pertama di wilayah Kecamatan Pakuhaji, Tangerang. Khusus untuk Grosir dan Warung BMI merupakan kerjasama Kopmen BMI dengan KSP Sejahteran Bersama Bogor.
Acara Grand Opening tersebut dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Republik indonesia, Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Kepala Kecamatan Pakuhaji, dan tamu undangan seperti dari Forum Koperasi Besar Indonesia.
Bupati Zaki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mengatakan, peresmian Unit Toko Bangunan ke-3, Grosir Sembako dan Warung BMI merupakan salah satu bukti nyata keterlibatan berbagai lapisan masyarakat khususnya Kopmen BMI sebagai mitra Pemda untuk turut serta dalam upaya membangun Kabupaten Tangerang menuju ke arah yang semakin baik.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kopmen BMI dan berharap hadirnya unit toko bangunan dan minimarket ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggota dan masyarakat Tangerang,” ujar Zaki.
Hibah Rumah Siap Huni
Sejalan dengan kolaborasi bersama koperasi dan pihak lainnya untuk pengembangan usaha, Kopsyah BMI terus melakukan aksi sosial. Salah satunya dengan memberikan hibah rumah siap huni (HRSH) kepada anggota dan masyarakat yang kurang mampu.
Sampai 15 Mei 2019, Kopsyah BMI sudah memberikan sebanyak 161 unit rumah gratis kepada yang membutuhkan. Sumber dananya berasal dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) Pengurus dan anggota serta dana kebajikan. “Kami akan terus membagikan rumah gratis sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan umat,” pungkas Bara.
Dengan kiprahnya selama ini, Kopsyah BMI telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan pengelolaan yang profesional dan amanah, Koperasi dapat menjadi garda terdepan dalam mengikis kesenjangan sekaligus pemerataan ekonomi. Dengan semangat “teologi Al-Maun”, Kopsyah BMI terus bergerak memberdayakan umat. (kur)








