Untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar yang diprediksi membaik tahun 2023 ini, Koperasi Makmur Mandiri (KMM) bakal menerapkan layanan anggota sepenuhnya melalui digitalisasi. Lantaran itu, saat ini tengah dibangun pengembangan fitur Makmur Mandiri Mobile yang lebih modern.
“Ke depan, semua transaksi keuangan dengan anggota maupun karyawan tidak lagi melalui bank, tapi langsung melalui aplikasi Makmur Mandiri Mobil,” kata Ketua KMM Tumbur Naibaho. Dia mengemukakan hal itu saat memberikan laporan pertanggungjawaban pengurus pada RAT KMM Tahun Buku 2022, Jumat (27/1/2023) di Cisarua, Bogor.
RAT yang digelar hybrid melalui live streaming ke berbagai kantor cabang itu dibuka oleh Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi. Hadir pula Direktur Bisnis LPDB KUMKM Krisdianto dan para kepala dinas koperasi dari sejumlah provinsi dimana kantor cabang KMM beroperasi. Antara lain, Kepala Dinas Koperasi UKM Jawa Barat Kusmana Hartadji, Kadinaskop UMKM Kota Bekasi, Tangerang, Sukabumi dan Karawang.
Sejak KMM meluncurkan Mobile Banking pada 2021 lalu, saat ini tingkat penggunaannya terus meningkat. Jika diawal launching, kini sudah diakses oleh sekitar 25 ribu anggota. Diakui, kehadiran Mandiri Mobile Banking mampu meningkatkan layanan anggota yang semakin baik.
“Melalui Mandiri Mobile Banking anggota dapat melihat langsung perkembangan KMM, berapa aset, pinjaman beredar, maupun tabungan pribadi, sehingga anggota tidak perlu lagi harus datang ke kantor KMM,” tuturnya.
Saat ini, lanjut Tumbur, proses pembayaran gaji karyawan masih disalurkan melalui Bank BRI, namun jika fitur mandiri mobile banking selesai di modernisir maka tidak perlu lagi melalui bank.
Tetap Close Loop
Menyoal maraknya status KSP yang bakal digiring close loop atau open loop, berdasar UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sistem Keuangan (P2SK), Tumbur menegaskan KMM tetap Close Loop. “KMM hanya menyalurkan pinjaman kepada anggota, jika ada non anggota ingin menabung atau meminjam dana, kita minta untuk lebih dulu menjadi anggota,” tuturnya.
Mengenai unit usaha lainnya yang tengah dikembangkan KMM, seperti SPBU ataupun usaha Rent Car, Tumbur menjelaskan usaha tersebut tidak dikelola oleh KMM tetapi hanya melakukan penyertaan modal. Disebutkan, usaha SPBU di Samosir, Sumatera Utara dikelola oleh PT Karunia Puteri Sejati dimana KMM memiliki 90 persen saham. Sedangkan SPBU di Klaten, Jawa Tengah, dikelola PT Dipa Cipta Narpati juga dengan kepemilikan 90 persen saham. Usaha lainnya, PT Tao Toba Makmur Mandiri di Samosir Sumatera Utara. Di unit usaha Distribusi Gas Alam dan Buatan ini, KMM menempatkan 80 persen saham, PT Tunas Makmur Mandiri di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jabar di bidang property dan real estate dengan 71,60 persen dan PT Mobilindo Makmur Mandiri, unit usaha penyewaan mobil dengan saham 60 persen.
Sepanjang 2022 kinerja KMM mampu tumbuh kendati masih harus bergumul dengan pandemi covid-19. (Irm)








