
Sejak menggulirkan program Pinjaman Modal Usaha Mandiri pada 2020, hingga kini Koperasi Makmur Mandiri telah salurkan pembiayaan sebesar Rp380 miliar kepada sekitar 7.000 anggotanya. Program akan terus ditingkatkan sejalan dengan tekad pemerintah yang bakal menggalakkan pengembangan ekonomi di sektor riil. Tumbur Naibaho optimistis perekonomian bakal tumbuh yang dipicu oleh belanja konsumsi masyarakat sebagai dampak dari Pemilu.
“Ini memang tahun politik yang kata banyak orang harus disikapi hati-hati, namun kami optimistis perekonomian bakal baik-baik saja seperti diprediksi bank Indonesia, masih akan di sekitar 5%,” ujar Tumbur di sela Rapat Kerja Nasional KMM, Jumat (8/12/2023) di Cisarua, Jawa Barat.
Rapat membahas proyeksi anggaran belanja dan pendapatan KMM tahun 2024 itu diikuti 130 peserta terdiri dari 24 orang Koordinator Wilayah, 24 Staf Wilayah, para manager pencetak SHU di atas Rp500 juta serta para pengurus dan pengawas. Selain menyasar target pencapaian usaha di tahun 2024, rakernas tersebut juga sekaligus mengonsolidasikan visi besar KMM yang bertekad menjadi koperasi terbaik di tahun 2030.
Tumbur mengaku, roadmap ke aras visi besar tersebut sudah disiapkan untuk dikonsolidasikan dalam Rakernas. “Prasyarat menuju visi besar tersebut, kita mulai dari pembenahan tata kelola usaha sesuai regulasi pemerintah, peningkatan sumber daya manusia dan pengembangan kantor cabang,” tutur Tumbur.
Khusus untuk pencapaian target di tahun 2024, KMM menyasar pencapaian aset sebesar Rp1,8 triliun, simpanan Rp925 miliar, pinjaman Rp1 triliun dan anggota 120 ribu orang.
Pinjaman Muri
Pada bagian lain Tumbur menjelaskan program Pinjaman Modal Usaha Mandiri (Muri) yang dimulai sejak 2020 mendapat minat yang tinggi dari anggota. Program ini hanya berlaku bagi anggota yang punya usaha di sektor riil. Total dana yang sudah disalurkan hingga akhir Desember lalu sebesar Rp380 miliar kepada sekitar 7 ribu anggota.
Dikatakan, kendati tantangan pasar yang dihadapi cukup berat karena banyaknya usaha anggota yang mandeg akibat covid-19, namun program Muri tetap jalan.
“Kami mendapat pinjaman pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi UKM, sehingga penyaluran pinjaman ke anggota tidak terputus,” ujar tumbur seraya menandaskan total pinjaman pembiayaan yang sudah diterima dari LPDB-KUMKM mencapai Rp350 miliar dan sepenuhnya untuk pembiayaan usaha anggota di sektor riil. (Irm)








