hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

KKP Bangun dan Revitalisasi Tambak Udang Vename di Aceh Timur

ACEH TIMUR—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun klaster delapan petak tambak udang vename di Desa Paya Gajah, Kabupaten Aceh Timur, dengan luas per petak mencapai 3.000 meter  persegi.

Tambak yang dijadwalkan pembangunannya selesai pada November 2021 ini ditargetkan memproduksi 34,5 ton per hektare per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan hal tersebut ketika melakukan peninjauan langsung klaster tambak udang vaname berkelanjutan di Desa Matang Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Sebagai catatan tambak  di Desa Matang Reuyuk ini sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau senilai Rp1,8 miliar beberapa waktu lalu.

Kawasan tambak terdiri dari sembilan petak dengan luasan masing-masing 1.800 meter persegi dan dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.

“Pemerintah membangun klaster ini untuk meningkatkan produktivitas. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Target saya bagaimana indeks kesejahteraannya meningkat 140. Dengan demikian maka kesejahteraan masyarakat petambak,” ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Selasa (7/9/21).

Tambak-tambak tersebut dikelola secara tradisional oleh masyarakat. Kemudian melalui program KKP, tambak direvitalisasi menjadi tambak udang model klaster dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya dan lebih ramah lingkungan.

Melalui program revitalisasi ini, KKP menargetkan peningkatan hasil panen udang vaname dari rata-rata 0,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare. Ini salah satu strategi KKP untuk mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun  2024.

Trenggono menyebut skema pengelolaan klaster tambak budi daya udang vaname berkelanjutan di Aceh Timur ini juga ditujukan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat pembudidaya.

“Kami optimis, Aceh menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia yang berkontribusi tinggi pada pencapaian target produksi udang nasional,” tambahnya.

Pemilihan Aceh Timur sebagai lokasi pembangunan klaster tambak percontohan udang vaname sebab kondisi alamnya yang masih sangat mendukung dengan kualitas air sangat baik, serta lahan yang tersedia cukup luas. Minat masyarakat akan budi daya udang vaname juga besar.

Sementara itu, Ketua Pokdakan Rahmat Rayeuk Zakaria Husein mengakui perubahan besar yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya klaster tambak percontohan di Matang Rayeuk. Produktivitas tambak naik drastis sebab tadinya masyarakat mengelola tambak secara tradisional dan semi intensif.

Padat tebar yang tadinya 20 ribu per per petak kini ditingkatkan menjadi 200 ribu. Hasil panen pun meningkat mencapai 2 ton sampai 3 ton per petak dari yang semula hanya ratusan kilo.

“Alhamdulillah, dengan adanya klaster tambak ini hasilnya lebih-lebih. Tadinya panen hanya sekitar 500 sampai 800 kilo, sekarang kami bisa panen 2 ton lebih per petak. Tambak kini modern menggunakan teknologi,” ujar Zakaria.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate