
PeluangNews, Serang – Suasana Kampung Gintung, Desa Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (10/2/2026), berubah drastis dari hari-hari biasanya. Sejak pagi, puluhan warga sudah berkumpul di depan sebuah rumah sederhana. Tepuk tangan pecah, sorak haru terdengar, ketika sebuah mobil Honda Brio berwarna cerah perlahan memasuki halaman rumah itu. Tangis kebahagiaan pun tak terbendung.
Rumah tersebut milik Lina Latipah, anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Hari itu, Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, secara langsung menyerahkan hadiah utama berupa 1 unit mobil Honda Brio kepada Lina, pemenang Grand Prize Undian RAT Tahun Buku 2025.
Undian ini sebelumnya diumumkan dalam Ceremonial Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi BMI Group yang digelar pada 22 Januari 2026 di Aston Cimone Hotel & Convention Center, Tangerang. Nama Lina kala itu sempat menjadi sorotan nasional. Dari dalam ballroom RAT, ia bahkan dihubungi langsung melalui sambungan video call oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebuah momen yang menjadi penegasan bahwa proses undian dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Di hadapan warga Kampung Gintung, Kamaruddin Batubara—yang akrab disapa Kambara—tak langsung berbicara soal mobil. Ia justru mengajak semua yang hadir untuk merenung lebih dalam tentang makna rezeki.
“Yang diundi hampir 50 ribu orang. Tapi kenapa yang keluar nama Bu Lina? Pernah nggak berpikir, kenapa Allah kasih ke ibu ini?” ujar Kambara, membuka dialog.
Ia lalu berbincang langsung dengan Lina dan sang suami, Aenusi, yang sehari-hari membuka bengkel kecil. Kambara bertanya, apakah pernah ada pelanggan yang tidak membayar.
“Sering,” jawab Aenusi jujur.
“Terus marah?” lanjut Kambara.
“Enggak,” jawabnya singkat.
Percakapan berlanjut. Bagaimana mengobati rasa kecewa? Jawabannya sederhana: sabar, berbagi cerita dengan istri, dan mengikhlaskan. Saat ditanya tentang sikap kepada orang tua, pasangan ini hanya menjawab satu kata: saling bantu.
“Kenapa saya tanya semua ini? Karena ini penting. Yang keluar pertama saat undian itu bukan nama Bu Lina. Bahkan waktu dihubungi, tiga kali video call nggak diangkat. Tapi Allah tetap kasih,” tutur Kambara.
Dari dialog sederhana itulah, Kambara menarik benang merah. Menurutnya, ada kebaikan-kebaikan yang dijalani tanpa pamrih.
“Saya belajar dari ibu ini. Ternyata ada keikhlasan yang benar-benar dilepaskan. Kuncinya ikhlas, tanpa rasa gondok. Inilah rezeki yang datang tanpa disangka-sangka,” ujarnya.
Ia menegaskan, keikhlasan bukan sekadar ucapan di bibir. Nilai itu, kata Kambara, sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7, bahwa siapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah rezekinya.
Baca Juga: Peluang Media Group Gelar Top 50 Koperasi UKM Ekspor Award 2026
Di tengah suasana haru, Kambara juga mengumumkan kabar yang langsung menyita perhatian warga.
“Tahun depan, kami siapkan dua hadiah mobil, umrah, dan motor. Siapa yang bisa ikut? Anggota yang mengambil pembiayaan handphone Vivo di Koperasi BMI. Silakan beli HP Vivo di BMI sepanjang 2026. Ini benar-benar hadiah, bukan gimmick,” tegasnya.
Puncak acara terjadi saat mobil Honda Brio milik Lina dipanggil masuk ke lokasi. Tepuk tangan warga mengiringi penyerahan kunci simbolis dan sertifikat kepemilikan. Lina dan Aenusi tak kuasa menahan air mata ketika mobil itu benar-benar terparkir di depan rumah mereka.
Bahkan, Aenusi sempat menyetir mobil tersebut, dengan Kambara dan Radius Usman, Direktur Utama Koperasi Konsumen BMI, duduk di dalamnya—sebuah momen yang memunculkan rasa haru sekaligus bangga bagi warga yang menyaksikan.
Acara penyerahan hadiah ini turut dihadiri Jason (FU Manager Regional Vivo Mobile Banten), Encup Suplikah (Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kesra), Shinta Asfilian Harjani (Camat Petir), Pahruroji (Kepala Desa Kampung Baru), serta Kurdi, Ketua RT setempat.
Hari itu, memang sebuah mobil diserahkan. Namun lebih dari sekadar hadiah, Koperasi BMI Group seolah ingin menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: keikhlasan yang tulus bisa membuka jalan rezeki yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. (Aji)








