Fokus dalam kualitas layanan kepada anggota serta pengelolaan usaha yang profesional menjadi kekuatan utama Kospin Jasa dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Di tengah dinamika eksternal sepanjang 2025, Kospin Jasa tetap mampu membukukan kinerja positif dan solid. Ini mencerminkan pengurusan usaha koperasi yang profesional dan amanah. Sebagai barometer koperasi besar nasional, kinerja koperasi yang berpusat di Kota Pekalongan Jawa Tengah itu menjadi ukuran umum capaian koperasi di Tanah Air.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta agar Kospin Jasa mempertahankan kinerja unggulnya. Ini penting agar koperasi dapat dinilai sebagai entitas bisnis yang kompetitif sekaligus memberikan dampak sosio-ekonomi kepada anggota dan masyakat. Hal itu ditegaskan Menkop saat memberikan sambutan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-52 Kospin Jasa, yang digelar di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta, 14 Februari 2026.
“Pengalaman panjang Kospin Jasa selama lebih dari lima dekade menjadi modal kuat untuk terus tumbuh dan menjadi contoh tata kelola koperasi modern di Indonesia,” ungkap Menkop Ferry.
Menurutnya, Kospin Jasa telah menunjukkan kemampuan menata organisasi dan keuangan secara profesional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset yang menjadi Rp7,33 triliun serta simpanan anggota sebesar Rp5,6 triliun. Ini menandakan kepercayaan kuat dari para anggota terhadap Kospin Jasa.
RAT yang digelar secara hybrid itu diikuti sekitar 400 anggota perwakilan yang hadir langsung, serta anggota dari berbagai cabang yang bergabung secara daring. Turut hadir Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Digitalisasi Kemenkop Henra Saragih, Wali Kota Pekalongan, serta perwakilan Dinas Koperasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ferry optimistis usaha Kopsin Jasa akan terus berkembang pada masa mendatang. Terlebih pemerintah juga terus mendorong pengembangan usaha koperasi melalui pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga saat ini, lebih dari 83.000 sertifikat badan hukum KDKMP telah terbit.
Sampai dengan April mendatang, pemerintah menargetkan sekitar 30.000 gudang berdiri agar KDKMP dapat segera menjalankan usaha yang meliputi sembako, apotek, perdagangan, dan transportasi. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan ruang inovasi bagi pengelola untuk mengembangkan unit usaha sesuai potensi desa masing-masing. Koperasi-koperasi yang sudah lebih dahulu ada seperti Kospin Jasa diminta menjadi “kakak asuh” bagi pengembangan KDKMP.
Pada kesempatan sama, Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid mengungkapkan, secara umum kinerja koperasi yang dipimpinnnya tetap terjaga dan solid dalam melayani anggota. “Kendati belum mencapai target yang sudah kami patok tahun lalu, pencapaiannya masih tetap baik sehingga Kospin Jasa tetap solid dalam melayani anggota,” ujarnya.
RAT tahun ini juga dirangkaikan dengan evaluasi perjalanan Kospin Jasa Syariah yang telah memasuki tahun operasional ketiga. Spin off unit syariah menjadi entitas mandiri ini sejalan dengan regulasi dari pemerintah dan untuk mengakomodir kebutuhan anggota yang menginginkan layanan berbasis bagi hasil.





