
PeluangNews, Sleman — Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kesadaran itu mendorong Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) UMKM Kertomandiri Turi mengambil langkah progresif untuk memperkuat daya saing anggotanya melalui pelatihan pembuatan konten media sosial.
Dalam pertemuan rutin yang digelar di Safani Resto, Pakem beberapa waktu lalu, sebanyak 27 anggota menyepakati pelatihan konten digital sebagai agenda prioritas organisasi tahun ini. Fokusnya jelas: mendorong pelaku UMKM Turi tak hanya piawai memproduksi barang berkualitas, tetapi juga cakap mengemas promosi secara visual dan adaptif di platform digital.
Di era dominasi media sosial berbasis video pendek, strategi pemasaran dituntut lebih kreatif dan responsif terhadap tren. Karena itu, pelatihan yang akan digelar nantinya difokuskan pada teknik pengambilan gambar dengan orientasi vertikal, sesuai dengan karakter platform digital kekinian. Sebanyak 20 perwakilan dari berbagai bidang usaha akan mengikuti kurikulum singkat yang membahas makna visual, storytelling produk, hingga teknik komunikasi yang efektif agar konten mampu menarik minat calon pembeli.
Sekretaris KIM UMKM Kertomandiri, Suharno, menegaskan bahwa konsistensi program kerja menjadi kunci keberhasilan organisasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena agenda arisan dan koordinasi kali ini dilaksanakan di luar ruangan.
“Kami mohon maaf tempat pertemuan kali ini di luar, jika ada kekurangan mohon dimaklumi. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan agar seluruh program kerja KIM tetap berjalan konsisten. Kami ingin KIM tidak hanya kuat dalam penyampaian informasi, tetapi juga benar-benar berdaya secara ekonomi melalui penguatan kapasitas anggotanya seperti melalui pelatihan konten digital ini,” ujar Suharno.
Semangat kolektif tersebut diperkuat dengan pengesahan komposisi kepengurusan baru periode 2024–2029 yang terdiri dari lima orang di jajaran inti. Pengurus baru memikul tanggung jawab menyusun program prioritas, termasuk rencana pembentukan badan usaha bersama. Langkah ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi kolektif sekaligus memberikan payung hukum dan modal sosial yang lebih kokoh bagi anggota dalam mengembangkan usaha.
Aspek transparansi juga menjadi perhatian serius. Bendahara KIM, Sugiyanto, melaporkan perkembangan dana sosial yang dikenal dengan sebutan “Kotak Senyum”. Hingga pertengahan Februari 2026, dana yang terkumpul mencapai Rp1.991.000 dan dialokasikan untuk agenda solidaritas serta kegiatan sosial internal anggota. Selain itu, dukungan kas dari berbagai kontribusi pihak terkait juga dilaporkan secara terbuka untuk mendukung operasional organisasi.
Ketua KIM Kertomandiri, Bakir, menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas promosi UMKM lokal. Ia menilai penguatan kapasitas digital menjadi fondasi penting agar pelaku usaha di Turi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Komitmen bersama sangat diperlukan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas konten promosi UMKM, serta menjaga transparansi pengelolaan dana sosial kita. Dengan agenda yang terarah, KIM UMKM Kertomandiri menargetkan peran yang lebih nyata dalam mendukung daya saing UMKM lokal di Turi dan sekitarnya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegas Bakir.
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pertemuan juga diwarnai dengan saling bertukar maaf dan doa antaranggota. Momentum ini sekaligus menjadi penguat tekad bahwa kebersamaan dan kolaborasi adalah fondasi utama untuk membawa UMKM naik kelas.
Langkah kecil yang dimulai dari ruang pertemuan sederhana itu kini menjelma menjadi strategi besar: membangun UMKM Turi yang tak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersinar di panggung digital.








