banner iklan sticky 160x600px sidebar kiri
banner iklan 160x600 sidebar kanan

Ketika Tas Rotan Malinau Jadi Ikon UKM Kaltara

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Malinau Ny. Ping Yansen dan para perajin tas rotan tradisional-Foto: humas Kabupaten Malinau.

MALINAU—-Masyarakat Dayak Punan di Malinau, tepatnya di Kecamatan Kain Ilir, perbatasan Kalimantan  sudah turun temurun membuat tas dari anyaman rotan. Begitu juga dengan Dayak Kenyah membuat tas anyaman rotan untuk gendongan bayi.  Namun di tangan perajin daerah kreatif Kalimantan Utara, anyaman tradisional ini bisa dibuat bernilai jual tinggi dan fashionable.

Di antaranya, Sulowati Hadi, yang  memulai usahanya membuat tas  anyaman rotan  di rumahnya di Jalan Batu Lindung, Desa Malinau,  Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara pada 2015.

Dengan modal Rp50 juta  dengan misi melestarikan kerajinan rotan yang menjadi budaya Kalimantan, ibu ini mengubah tas anyaman yang tradisional ini menjadi “kekinian”.

“Kami membuat tiga macam tas anyaman rotan, yaitu tas dengan ukuran laptop seharga Rp1,9 juta, tas organisasi Rp1,5 juta hingga tas tangan seharga Rp700 ribu hingga Rp800 ribu,” ujar Sulowati ketika dihubungi Peluang, Jumat (24/8/2018).

Dalam  sebulan dibantu lima karyawan Sulowati hanya mampu membuat 20 hingga 25 tas.  Selain tingkat kesulitan tinggi karena dibuat tangan, untuk mendatangkan rotan (berkualitas) saja harus dari daerah perbatasan.  Karena akses sulit, transportasi hanya menggunakan pesawat terbang.

“Biaya produksi menjadi tinggi. Sekalipun omzet kotor saya mencapai Rp20 juta per bulan.  Saya hanya bersyukur modal sudah kembali, ” tutur Sulowati, seraya mengatakan bahwa brand-nya adalah YTP Collection.

Untuk mengembangkan bisnisnya Sulowati tidak terpaku pada tas, tetapi juga produk lainnya. Dia juga memodifikasi sepatu dengan tambahan anyaman rotan.  Untuk sepasang sepatu dibandroll sekitar Rp600 ribu.

“Saya juga membuat dompet dari anyaman rotan,” kata Sulowati lagi.

Perajin Tas anyaman rotan ini juga bisa ditemukan di  Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.  Cirinya ialah  ukiran khas Dayak serta memiliki nilai estetika dan seni anyaman yang tinggi.

Sulowati Hadi-Foto: Dokumentasi pribadi/Facebook.

Tas anyaman ini  juga menyesuaikan perkembangan kreasi seni yang maju pesat. Di desa ini tas anyaman rotan dikerjakan oleh para ibu (van).

iklan investasi berjangka octa.co.id
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id