JAKARTA—Hewan ternak lokal mendominasi pasokan hewan kurban. Jumlah ketersedian hewan kurban untuk kebutuhan Idul Adha tercatat 853 ribu ekor kambing, 329 ekor domba, 568 ribu ekor sapi dan 15.512 ekor kerbau. Total berjumah sekitar 1,767 juta ekor.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo alias SYL mengatakan kebutuhan hewan kurban selama Iduladha 2021 bisa terpenuhi.
Kementan memberikan jaminan cadangan stok daging impor baik sapi maupun kerbau untuk kebutuhan daging dan karkas jika diperlukan.
“Selain itu, pemetaan akan kebutuhan daging di seluruh wilayah Indonesia juga dilakukan, mulai dari yang defisit sampai surplus produksi daging,” kata,” kata Syahrul dalam siaran pers, Jumat (15/7/21).
Dengan adanya stok tersebut, pemerintah siap melakukan intervensi apabila terjadi kekurangan daging di daerah tertentu dengan cara mobilisasi produksi dari daerah surplus ke daerah yang defisit.
Mentan mengakui pandemi Covid-19 akan berpengaruh terhadap kegiatan pemotongan hewan kurban di Idul Adha 2021.
Dia juga memproyeksikan akan terjadi penurunan jumlah pemotongan hewan kurban pada 2021 sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan pemotongan pada 2020. Sebagai catatan pada 2020 sebanyak 1.683.354 ekor hewan kurban yang dipotong. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat turut memengaruhi permintaan.
Sementara Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner terus ditingkatkan jelang Idul Adha.
Kementan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 114/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Permentan ini mengatur syarat minimal tempat penjualan hewan kurban, pengangkutan, kandang penampungan dan tempat pemotongan hewan kurban.
Dia juga mejelaskan, selain itu, tata cara penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kurban juga diatur sesuai aspek teknis dan syariat Islam.
“Kegiatan kurban tahun ini kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan 2020 ketika kegiatan kurban dilaksanakan di tengah situasi pandemi,” tutup Nasrullah.








