JAKARTA—Kementerian Pertanian menyampaikan selama musim tanam (MT) pada Oktober 2020-Maret 2021 akan menanam padi di atas lahan sebesar 8,2 juta hektar (ha). Targetnya memproduksi sebanyak 17-20 juta ton beras.
Hal itu diutarakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) di sela pencangan Percepatan Tanam Okmar 2020/2021 dan antisipasi La Nina di ruang AWR, Kementerian Pertanian, Senin (26/10/20).
“MT 2021 Oktober-Maret saat ini sudah masuk persiapan. Saat ini kita canangkan musim tanam Okmar musim tanam pertama,” kataSyahrul, Senin (26/10).
Luas tanam selama MT I Okmar 2020/2021 sebesar 8,2 juta ha itu terdiri dari lahan yang existing seluas 7,46 juta ha, PATB (Perluasan Areal tanam Baru) 300 ribu ha dan PIP (Program Intensifikasi Pertanian) seluas 500 ribu ha.
Kementan membidik Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimatan Selatan, Sumatera Utara dan sembilan provinsi utama lainya.
Dengan tambahan stok akhir beras pada 2020 yang diperkirakan mencapai 7,45 juta ton, Syahrul mengungkapkan, stok beras sampai Maret 2021 akan mencapai 27 juta ton.
“Jika konsumsi masyarakat Indonesia selama periode tersebut (Okmar) sebanyak 15 juta ton, maka akan ada sisa sebanyak 12 juta ton,” tambahnya.
Menurut Menteri dengan asumsi tersebut menjadi modal sampai dua tahun. Masyarakat bisa tahan kalau kekurangan baju. Nmaun kalau beras tidak bisa ditunda.
Data Kementerian Pertanian LT pada MT I (Oktober 2019-Maret 2020) seluas 6,1 juta ha dan LT April-September 2020 5,4 juta ha. Sedangkan luas panen selama 2020 sekitar 11,1 juta ha dengan produksi 56,6 juta gabah kering giling (GKG) atau setara 31,63 juta ton beras.
Jika produk beras tahun 2020 ditambah stok awal 2020 sebanyak 5,9 juta, maka akan ada stok pada akhir 2020 sebanyak 7,45 juat ton. Dengan catatan konsumsi sebanyak 30,08 juta ton beras.








