hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Kementan Dorong Papua Ekspor Beras

MERAUKE–-Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat produksi beras pada 2018 mencapai 128.742 ton meningkat menjadi 133,684 ton pada 2019.  Dari jumlah itu sekitar  90 persen didominasi Kabupaten Merauke yang pada 2018 memproduksi 115.644 ton dan 122.281 ton.

Melihat potensi ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan perlunya  meningkatkan kualitas rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi hingga menghasilkan beras kualitas premium agar  beras Merauke bisa naik kelas ekspor.

Syahrul meminta  akselerasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir di Kabupaten Merauke harus segera diwujudkan, mulai dari  budi daya benih dilanjutkan panen, pasca panen, pengolahan hasil, packaging hingga penentuan marketplace harus terus kembangkan guna memasarkan produksi hasil pertanian yang berdaya saing ekspor.

“Kami meminta keseluruhan proses hulu – hilir dikorporasikan dengan baik untuk menghasilkan akselerasi yang makin tinggi. Dalam membantu petani pada aspek permodalan, pihak perbankan juga diminta untuk terus menggulirkan dana kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani,” ujar Syahrul usai meninjau RMU di SP3 Tanah Miring Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Jumat (3/9/21).

Mentan mengapresiasi RMU yang di matanya sudah bagus banget ini tapi saya merasa harus naik kelas lagi.  Hanya dia menyayangkan harga jual beras masih  Rp8 ribu per kg karena ini masih beras medium. Dia meminta bisa ditingkatkan ke premium hingga bisa diekspor, mislanya ke Papua Nugini.

Sementara Petani Millenial sekaligus pemilik RMU, A.Manullang mengatakan saat ini telah mengembangkan inovasi dryer di Kabupaten Merauke yang selama ini menjadi kendala petani usai panen.

Sebelumnya hasil panen petani dikeringkan secara manual dan sangat ditentukan cuaca dan hal tersebut turut mempengaruhi kualitas panen. 

“Inovasi dryer ini diapresiasi masyarakat karena sangat membantu mereka. Dulu petani panen dengan combine dan hasil panen dibawa kerumah untuk dijemur. Namun saat ada hujan, gabah terkena air maka petani keringkan lagi tapi saat digiling, berasnya hancur,” ungkap  Manullang. 

Petani Merauke mengharapkan dryer bisa disediakan secara merata pada setiap distrik, kampung bahkan RT maupun RW guna menyelesaikan kendala petani pada pasca panen dan menjamin peningkatan kualitas beras. 

Saat ini RMU ini berkapasitas 15 sampai 25 ton, namun bersama salah satu petani binaan kita sudah membuat pengering di setiap kecamatan seperti Semangga, Tanah Miring, Kurik sudah dibuat.

“Ke depan kita bersinergi dalam mengembangkan sektor pertanian,” pungkas Manullang.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate