hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kemenkop Dorong Kopdes Jadi Hub UMKM, Targetkan Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenkop Dorong Kopdes Jadi Hub UMKM, Targetkan Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kemenkop Dorong Kopdes Jadi Hub UMKM, Targetkan Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen/Dok.Peluang News.id

Peluang News, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mempercepat penguatan koperasi desa sebagai pilar baru ekonomi nasional. Koperasi yang sudah eksisting atau berperan sebagai agregator kini didorong untuk mendirikan koperasi di daerah lain dalam skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Saat ini, tercatat sekitar 40 ribu Koperasi Desa (Kopdes) telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan gerai Kopdes diharapkan menjadi etalase produk UMKM, membuka pasar domestik yang lebih luas sekaligus mendorong penetrasi ke pasar ekspor.

“Pasar domestik semakin terbuka dan pasar ekspor terus kita dorong dengan membuka pasar-pasar baru. Kopdes kita siapkan sebagai hub produk UMKM di daerah,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta dalam acara Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026, Selasa (10/2)

Untuk memperkuat akses permodalan, Ferry juga mengarahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) agar memprioritaskan pembiayaan koperasi yang berorientasi ekspor. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Dilaporkan, hingga April 2026, sekitar 30 ribu Kopdes telah beroperasi aktif, dan pemerintah menegaskan Kopdes diperlakukan sebagai entitas bisnis, bukan sekadar organisasi sosial. Koperasi eksisting pun didorong menjadi “kakak asuh” bagi Kopdes, membangun kolaborasi sebagai pusat distribusi dan agregasi produk UMKM.

Model kolaborasi ini ditargetkan melahirkan entitas ekonomi baru yang mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Namun demikian, pengembangan Kopdes masih menghadapi tantangan di lapangan. Sejumlah desa diketahui belum memiliki akses listrik dan internet yang memadai. Meski begitu, keberadaan Kopdes justru membuka data dan fakta baru terkait ketimpangan infrastruktur di wilayah pedesaan.

“Hikmahnya, dengan Kopdes kita jadi tahu masih banyak desa yang belum memiliki infrastruktur dasar. Harapan kami, koperasi bisa tumbuh besar karena berangkat dari bawah,” lanjutnya.

Pemerintah optimistis koperasi dapat berkembang menjadi badan usaha kuat yang mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan penuh Presiden terhadap gerakan koperasi dinilai sebagai momentum langka yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Ini saat yg langka, Presiden sangat mendukung koperasi. Momentum ini harus dioptimalkan oleh gerakan koperasi agar koperasi benar2 menjadi Soko guru ekonomi nasional” tegasnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate