hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Ramadan: Kemenag 17 Februari Pantau Hilal di 96 Titik

Kemenag akan pantau hilal di 96 titik untuk tentukan awal Ramadan | Dok. Ist

PeluangNews News, Jakarta – Puasa Ramadan semakin dekat. Suasananya pun sudah sangat terasa. Berbagai televisi sudah menayangkan iklan produk yang dikaitkan Ramadan.

Di mal dan pasar swalayan sudah dihias dengan aksesoris Ramadan. Misalnya, promosi harga spesial Ramadan.

Meski semarak Ramadan sudah terasa, namun pemerintah belum memutuskan kapan tepatnya 1 Ramadan 1447 Hijriah dilaksanakan. Salah satu ormas Muhammadiyah memang sudah putusan awal puasa Ramadan jatuh padah 18 Februari 2026. Alhasil puasa Ramadan versi Muhammadiyah tinggal enam hari lagi.

Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (17/2/2026), baru akan menggelar pemantauan hilal secara serentak di 96 titik pada untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hasil pengamatan dibahas dalam sidang isbat pada hari itu juga.

Namun, berbeda dengan jadwal itu, Observatorium Bosscha pada Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan, hilal tidak dapat terlihat pada 17 Februari dan merencanakan pengamatan pada 18 Februari 2026.

Observatorium Bosscha merilis data astronomis yang menunjukkan bahwa posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari pada tanggal 17 Februari mendatang, yang berarti hilal tidak mungkin diamati saat matahari terbenam.

Observatorium yang biasa menjadi salah satu rujukan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia itu menyatakan tidak akan melakukan pengamatan hilal pada 17 Februari dan akan melaksanakan kegiatan tersebut pada 18 Februari 2026 untuk keperluan penelitian dan dokumentasi ilmiah.

Menurut Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti, data astronomis yang dikaji tim Bosscha menunjukkan hilal tidak dapat diamati pada tanggal 17 Februari karena bulan berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Lembang, Jawa Barat, tempat observatorium berada.

“Berdasarkan hasil perhitungan posisi bulan terhadap matahari pada tanggal 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, posisi bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, sehingga hilal tidak bisa diamati pada hari itu,” ujarnya.

Menurut rilis yang diterima, data peta ketinggian bulan saat matahari terbenam pada 17 Februari menunjukkan nilai negatif, dengan kisaran sekitar –1,5° hingga –3,0°, yang mengindikasikan bulan berada di bawah ufuk di wilayah Indonesia saat itu. “Mengacu pada kondisi astronomis tersebut, Observatorium Bosscha tidak melaksanakan pengamatan pada 17 Februari,” kata Yayni.

“Namun demikian, untuk kepentingan penelitian dan dokumentasi ilmiah terkait pengamatan Bulan muda, tim Observatorium Bosscha akan melaksanakan kegiatan pengamatan pada 18 Februari,” ucap dia.

Kemenag RI sudah menyatakan akan melakukan pengamatan sekaligus sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan pada 17 Februari.

“Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Hijriah penting, termasuk Ramadan, adalah pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dalam proses sidang isbat yang akan diselenggarakan pada 17 Februari,” ucapnya.

Observatorium Bosscha ditunjuk pemerintah untuk melakukan pengamatan hilal setiap tahun.

Observatorium Bosscha merilis data astronomis yang menunjukkan bahwa posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari pada 17 Februari mendatang. Artinya, hilal tidak mungkin diamati saat matahari terbenam.[]

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate