hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kembali ke Khittah

Perkuatan prinsip dan jatidiri koperasi perlu terus dilakukan agar loyalitas anggota tetap terjaga. Ini perlu didukung dengan manajemen yang profesional dan dilengkapi infrastruktur sistem informasi yang andal.

DI TENGAH derasnya arus liberalisasi ekonomi, koperasi dapat berperan sebagai penyeimbang. Semangat kolektivisme dan kekeluargaan yang menjadi asas koperasi bias dan perlu dikontekstualisasikan dengan tantangan yang dihadapi.

Untuk menjawab tantangan zaman, kata Abdul Majid Umar, Ketua KSPS BMT UGT Sidogiri Indonesia, koperasi perlu kembali ke jatidiri sebagai gerakan sosial ekonomi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. “Koperasi harus kembali ke khittahnya,” ujar Abdul Majid.

Pendidikan perkoperasian kepada anggota merupakan salah satu agenda yang seyogianya dilakukan secara kontinyu. Melalui proses pendidikan akan terjadi kristalisasi pemikiran tentang urgensi berkoperasi. Dengan demikian, orientasi dan wawasan anggota semakin luas; tidak lagi sekadar ekspektasi besaran SHU yang bakal diterima di penutupantahun buku. Pada sisi lain, pengurus koperasi dituntut tidak memikirkan keuntungan an sich, tetapi juga membesarkan usaha anggota.

Penguatan jejaring dan kolaborasi hanya bisa dilakukan jika terdapat kesamaan cara pandang antara anggota, pengurus, dan manajemen. Karenanya, edukasi dan sosialisasi nilai-nilai dasar koperasi kepada anggota tetap relevan dilaksanakan. Ini bukan sekadar slogan kosong yang enak didengar. Di BMT UGT Sidogiri, kami sedang dan akan terus mewujudkan kemaslahatan ini.

Koperasi Sidogiri yang sudah berusia 18 tahun, dan memiliki jaringan di 10 provinsi di Indonesia, kini tengah melakukan reorientasi. Abdul Majid yang baru saja didapuk sebagai ketua memprioritaskan peningkatan loyalitas anggota. Kepedulian dan rasa memiliki mereka hanya mungkin jika kebutuhan anggota terpenuhi oleh koperasi. “Kami sedang merapikan barisan agar BMT UGT dapat menjadi katalis yang mempercepat pertumbuhan usaha anggota,” katanya.

Secara riil, langkah yang dilakukan adalah mengubah visi BMT UGT menjadi Amanah, Tangguh, dan Bermartabat (MANTAP). Sejalan dengan itu, mengembangkan infrastruktur sistem informasi sehingga koperasi memiliki database usaha setiap anggota. Dengan modal data tersebut, BMT UGT dapat menjembatani kebutuhan masing-masing anggota.

Abdul Majid yakin,  usaha sokoguru perekonomian dapat terus bertumbuh jika koperasi kembali kepada jati dirinya sebagai fondasi. Perkuatan nilai-nilai dasar itu perlu dukungan manajemen yang profesional dan infrastruktur digital yang sedang menjadi tren. “Kami pun terus menyempurnakan infrastruktur teknologi untuk menunjang pengembangan usaha,” ujarnya.●

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate