hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kejar Target 100 Ribu Anggota

Penambahan kantor cabang, digitalisasi layanan dan perkuatan permodalan terus dilakukan KMM di tengah tantangan yang tidak ringan akibat dampak pandemi.

Dukungan  anggota sangat penting untuk memastikan kelangsungan usaha koperasi. Dengan jumlah anggota yang besar permodalan akan semakin kuat sehingga koperasi bisa merealisasikan target yang dicanangkan.

Tumbur Naibaho Ketua KSP Makmur Mandiri (KMM) menyadari bahwa eksistensi koperasi tergantung seberapa besar dukungan yang diberikan anggota. Oleh karenanya, KMM terus berupaya memberi layanan terbaik agar anggota semakin nyaman dan meningkat kesejahteraannya. “Kami berkomitmen untuk memberi layanan yang semakin bagi anggota,” ujar Tumbur.

KMM yang didirikan pada 22 Juni 2009 ini bertekad untuk menggenjot jumlah anggota hingga 100 ribu orang sampai akhir tahun ini. Ia meyakini target tersebut dapat tercapai karena saat ini jumlah anggotanya sudah hampir 60 ribu orang.

Untuk mencapai target tersebut, KMM terus menambah jaringan kantor cabang dimana per 1 Agustus 2020, menjadi 143 kantor dengan dibukanya Cabang Samosir 9. Sebagian kantor merupakan bangunan milik sendiri.

Selaras dengan penambahan jumlah kantor cabang, KMM pun telah melakukan trasnformasi digital dengan meluncurkan Makmur Mandiri Mobile yang memiliki beragam fitur antara lain penyetoran simpanan maupun pinjaman, permohonan pinjaman, pengajuan menjadi anggota, pembelian pulsa, token, membayar asuransi dan lainnya. Dengan aplikasi digital itu, layanan kepada anggota menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan modern.

Kebijakan digitalisasi layanan itu sangat tepat sejalan dengan tren perubahan perilaku anggota dan masyarakat dalam bertransaksi yang mengarah pada flekbilitas. “Makmur Mandiri Mobile dihadirkan untuk memberi pengalaman baru dan meningkatkan kenyamanan anggota dalam berkoperasi,” ujar Tumbur.

Sejalan dengan target penambahan anggota, volume usaha pun digenjot menjadi Rp750 miliar dan modal sebesar Rp185 miliar dengan rasio kecukupan modal sebesar 20% hingga akhir tahun ini.

Konsistensi KMM dalam memberdayakan pelaku usaha kecil dan mikro pun mendapatkan apresiasi dari pemerintah dengan disalurkannya dana bergulit LPDB- KUMKM sebesar Rp50 miliar. Dana itu digunakan untuk memperkuat permodalan anggota pelaku usaha di tingkat akar rumput.

Tumbur menambahkan, meski dihadapkan pada kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 namun ia memastikan layanan koperasi kepada anggota  tidak akan berkurang. Bahkan, justru akan semakin ditingkatkan terutama untuk menggerakan roda perekonomian anggota. “Permodalan usaha anggota kami bantu sesuai dengan semangat awal pendirian koperasi ini yaitu membantu sesama,” pungkasnya.  (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate