Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional mengintensifkan program pembiayaan bertekad meningkatkan pembiayaan usaha produktif seiring membaiknya perekonomian pascapandemi.
Perekonomian nasional tahun 2023 diyakini bakal lebih cerah seiring melandainya pandemi covid-19. Kondisi membaik ini bakal diantisipasi oleh BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional dengan menggencarkan sektor pembiayaan yang sempat lesu di tahun lalu. Kelesuan pada sektor pembiayaan kata Ketua BMT Assyafiiyah BN, Supadin, cukup mengganggu kinerja koperasi berbasis syariah terbesar di Lampung ini. “Sejumlah cabang kami bahkan sempat kewalahan menerima simpanan anggota, karena pada saat yang sama tidak mudah menyalurkan pinjaman,” ujarnya.
Supadin mengemukakan hal itu di sela Rapat Anggota Tahunan BMT Assyafiiyah BN di Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Selasa (17/1/2023). RAT dihadiri perwakilan anggota dari 48 kantor cabang serta sejumlah pejabat dinas koperasi tingkat kabupaten/kota di provinsi Lampung. Hadir pula Asisten Deputi Bidang Pengawasan, Kementerian Koperasi dan UKM, Suparyono sekaligus membuka RAT ke XXV itu.
Dalam laporannya Supadin menyampaikan, tahun 2022 berhasil dilalui dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi akibat perekonomian anggota masih belum stabil. “Dengan menjaga prinsip kehati-hatian itulah, lanjut Supadin, kinerja BMT Assyafi’iyah BN dapat terjaga.
‘Tahun ini kami akan lakukan ekspansi pembiayaan kepada usaha-usaha anggota yang produktif. Karenanya kepada teman-teman manajer di ujung tombak pemasaran sudah kami instruksikan agar makin intensif mengunjungi komunitas anggota baik sektor pertanian, perdagangan maupun sosial,” tuturnya. Hingga per Desember lalu, koperasi yang berdiri pada 1995 ini sudah memiliki 48 kantor cabang tersebar di tiga provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung dan Banten.
Sementara itu Suparyono dalam sambutannya mengingatkan agar BMT Assyafi’iyah BN berkonsentrasi pada pendidikan anggota. Menurutnya hanya koperasi dengan basis dan partisipasi anggota kuat yang akan tetap bertahan. “Jika BMT Assyafi’iyah BN kontinyu melakukan pembinaan anggota, maka koperasi ini tidak hanya besar, tapi juga masuk kategori genuine cooperative yang bebas dari istilah gagal bayar,” pungkas Suparyono. (Irm)








