hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Keberadaan Koperasi Pangan Kembalikan Sokoguru Perekonomian Nasional

BANDUNG—Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, jargon koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional, sejatinya belum pernah terealisasi. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus mengembangkan koperasi pangan untuk mencapai target dan harapan tersebut.

“Pilot project koperasi tersebut akan diintegrasikan dengan program kehutanan nasional. Dengan program tersebut pemerintah mentargetkan pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” papar Teten dalam sebuah   dialog dengan Persaudaraan Hutan Sosial (Perhutsos), di Hotel Jayakarta, Jln. Ir. H. Juanda, Bandung, Sabtu, 11 Juli 2020.

Lanjut dia, sebagian besar koperasi di Indonesia adalah koperasi konsumen, karyawan, dan simpan pinjam. Di sisi lain, menurut dia, kontribusi koperasi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) juga masih kecil, baru 5%.

Saat ini menurut Teten banyak perusahan berskala internasional yang kepemilikannya berada di bawah koperasi pangan. Ia mencontohkan koperasi susu Fonterra dari Selandia Baru yang sukses menguasai 30% pasar susu dunia.

Pihaknya menyusun perencanaan pangan yang terintegrasi dari hulu hingga ke industri hilir. Dengan demikian, sektor pangan Indonesia bisa jauh lebih efisien.

Sementara itu, Ketua Perhutsos yang juga Ketua Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI), Roni Usman Kusmana, mengatakan, program tersebut merupakan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Selama ini petani banyak menemukan kesulitan dalam menjual produknya karena belum ada wadah yang mumpuni,” ujar Roni.

Dengan adanya koperasi itu, ke depan petani bisa memiliki keleluasaan untuk menentukan harga jual produk.

“Sehingga mereka bisa merdeka dari praktik ketimpangan yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate