MAUMERE—Sejak kelompok Motaain naik status menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP) tahun 2018 lalu hingga tahun buku 2021, pihak komite dan Manajemen terus bekerja keras mensosialisasikan visi dan misi KSP Kopdit Pintu Air secara meluas di ke sejulah wilayah seperti Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu dan perbatasan Timor Leste.
Manajer area Timor bagian Timur Fatima Lon menyampaikan hingga saat ini total uang yang dilepaskan ke anggota untuk usaha produktif senilai Rp10,254 miliar.
Sejauh ini Cabang induk Atambua telah berhasil melahirkan 5 Cabang dan 1 KCP yang terdiri dari Cabang Lamaknen, Betun, Asmanulea, Vehalaran, Melus Timor dan KCP Motaain.
Lebih lanjut ia menjelaskan KCP Motaain yang beralamat di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu menargetkan setelah RAT tahun buku 2021, bisa naik status menjadi cabang yang terpisah dari cabang induk Atambua.
Mantan Manajer Cabang Soe ini mengakui jumlah anggota saat ini 2.235 orang yang tersebar di 7 kelompok dengan tim kerja dari unsur komite 3 ,dan menejemen 4 orang.
”Tim kami sedikt tapi kami komit kerja sama dalam tim. Jika naik status cabang maka tim kerja akan dilengkapi sesuai kelas cabang,” urai Fatima saat dikunjungi tim kantor pusat di KCP Motaain, Jumat, (25/3/ 22).
Sementara itu Wakil Komite KCP Motaain Blasius Seran mengakui meski keterbatasan personil dan fasilitas, tim kerja KCP Motaain tidak kendor untuk terus mengunjungi dan mendampingi anggota yang sudah pinjam serta mensosialisasi anggota baru hingga ke Timor Leste yakni kelompok Batu Gade dan Balibo.
Sedangkan di Kabupaten Belu jelasnya terdapat beberapa kelompok yakni kelompok WiniTua Melse,Tais Minis, Ponu, Nifa Tasi, Motadik dan Kau Bele.
“Ada juga di wilayah Kabupaten Belu yaitu kelompok, Vatu Keki, Laka Lehan, Ainiba serta Atapupu,” pungkasnya (Nivan).





