TASIKMALAYA—Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya mencatat hingga 2020 jumlah unit usaha pelaku UKM mencapai 99 ribu.
Sayangnya dari jumlah yang besar tersebut hanya 17 orang pelaku yang mau menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Tasikmalaya. Padahal dengan menjadi anggota Kadin, pelaku usaha bisa membangun jaringan tidak saja di Kabupaten Tasikmalaya tetapi juga seluruh Indonesia.
Ketua Kadin Kabupaten Tasikmalaya Cecep. D Abdul Qoyum hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari Kadin Pusat, mulai dari kunjungan silaturahim, memberikan program yang harus dikembangkan oleh Kadin di daerah hingga regulasi untuk meningkatkan kualitas pengusaha di daerah agar bisa naik kelas.
“Kita kesulitan mengajak para pengusaha di Kabupaten Tasikmalaya untuk bergabung. Menurut saya Kadin Pusat harus memperlihatkan peran aktif mendukung usaha mereka. Saya sendiri berupaya membuat langkah pelaku usaha bangga menjadi anggota Kadin,” ujar Cecep dalam keterangannya kepada Peluang, Selasa (19/10/21).
Mau tidak mau Cecep dan timnya menjalankan program sendiri yang secara riil membantu pelaku dunia usaha di Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya
1. Kampoeng Produktif di 20 Desa
2. Revitalusasi pedagang kaki lima
3. Hayoubeli, pemasaran produk UMKM secara daring (online) dan luring (offline)
4. Pendampingan Bumdesa
5. Sekolah Wirausaha Desa
6. Sipantas, sinergi pangan tasikmalaya
7. Pendampingan pembiayaan (Intermediasi Perbankan)
8. Fasilitasi Ijin IUMK dan NIB
9. Fasilitasi Qris dg BJB
10. Fasilitasi NPWP
11. Fasilitasi UMKM siap Ekspor
12. Program Magang Ke Jepang dan kerjasama intercity Kab Tsm dg pemerintah di jepang serta perusahaan
13. Forum Investor
Sejak memegang tongkat estafet menjadi Ketua Kadin Tasikmlaya sejak Juni 2019, Cecep harus membangun dari nol. Data base anggota tidak ada, sekretarat tidak ada bahkan termasuk prasarana lainnya.
“Kami mulai dari tidak ada menjadi ada. Kami menyadari orang yang berorganisasi di Kadin mewakafkan dirinya menguatkan pelaku daerah,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Kadin Kabupaten Tasikmalaya Ipan Mutaqin bahwa jajarannya harus membangun dari nol . Kini Kadin Kabupaten Tasikmalaya sedang melancarkan program memperkuat desa-desa.
“Kami yakin bahwa dunia usaha di Tasikmalaya bisa naik kelas kalau mereka menyadari pentingnya menjadi anggota Kadin,” ucapnya.
Kenal UMKM Sejak Jadi Kepala Cabang P3UKM
Cecep sendiri mengenal dunia UMKM sejak bekerja menjadi Kepala Cabang Pusat Pengembangan Pendamping Usaha Kecil dan Menengah (P3UKM) di Bank Indonesia. Badan ini dibentuk BI bersama Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Kegiatannya bersentuhan pelaku usaha terutama berkaitan dengan mediasi perbankan yang berkaitan dengan kredit untuk pelaku usaha. Kadin sendiri bagi Bank Indonesia (BI) adalah mitra.
“Dalam kesempatan ini saya sering bertemu dengan rekan-rekan pengurus Kadin. Bagi BI, Kadin adalah mitra kerja. Dalam perjalanannya 2012 ada satu aktivitas Kadin Kota melakukan kegiatan di Bank Indonesia Tasikmalaya menghadirkan Ketua Dewan Kadin Provinsi Jabar,” tuturnya,
Cecep kemudian diajak Kadin Kota Tasikmalaya masuk di struktur Dewan Peningkatan Daya Saing (DPS) Kota Tasikmalaya mendorong pengembangan UMKM.
Tujuannya agar daya saing pelaku UMKM meningkat, meningkatkan posisi tawar, bisa bersaing dengan produk luar dan bisa menembus ekspor. Sewaktu jadi pengurus DPS ini Cecep dan teman-temannya bisa menggolkan sebuah misi dagang ke Afrika.
Aktivitas lain yang pernah melibatkan Cecep adalah revitalisasi pasar Blok G Tanah Abang, pelaku usaha sektor industri bordir yang banyak terdapat di Kota Tasikmalaya. Dia banyak berkomunikasi dengan anggota Kadin dan akhirnya membuatnya terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Kabupaten Tasikmalaya (Irvan/Tim Peluang).





