hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kadin Indonesia Dukung Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas

JAKARTA—-Ketua Umum Kamar Dagang  dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan Kadin tidak saja diperuntukkan bagi pengusaha besar dan menenggah, tetapi juga rumah bagi pengusaha kecil dan mikro.  Di dalam Kadin, baik pengusaha besar, maupun pengusaha kecil mempunyai hak yang setara.

“Kami mempunyai program  untuk membantu dan mendorong pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa  naik kelas,” ujar Arsjad dalam webinar “Strategi Digital Marketing bagi UMKM Berbasis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Minggu (29/8/21).

Dia menyebut kegiatan webinar yang  digelar Kadin Indonesia, Kadin Gorontalo, Yayasan Bakrie Amanah dan Ok Oce bagian dari upaya Kadin untuk membuat UMKM Indonesia naik kelas. Kegiatan ini menjadi tempat belajar bagi pelaku bisnis mempelajari strategi bisnis agar bisa menghadapi masa sulit pandemi.

Arsjad mencatat justru di tengah pandemi Covid-19 telah melahirkan banyak UMKM baru. Kenaikan ini disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor yang kemudian mendorong tenaga kerja terdampak untuk menjadi pengusaha UMKM.

“Misalnya di Provinsi Gorontalo, jumlah pelaku UMKM pada 2019 mencapai 67.500. Kemudian di masa pandemi, jumlahnya meningkat jadi 94.800.  Para pelaku UMKM ini membutuhkan banyak dukungan dari Kadin,” ungkap Arsjad mencontohkan.

Para pemain baru ini mempunyai keterbatasan skill dan modal, pengusaha baru ini juga minim jaringan ke pasar. Masalah ini harus diatasi para Kadin daerah, termasuk Kadin Gorontalo.

“Tidak saja untuk pengusaha pemula, tetapi juga UMKM yang ingin meningkatkan omset dan membidik pasar ekspor,”  pungkas Arsjad.

Sementara Ketua Umum OKOCE Indonesia Iim Rusyamsi menyatakan dukungan yang senada agar pelaku usaha kecil bisa naik kelas.  OKOCE merupakan gerakan sosial untuk menciptakan lapangan kerja dengan mengajak masyarakat menjadi wirausaha.

“OKOCE ini menerapkan satu kecamatan menjadi satu pusat kewirausahaan.  Jumlah OKOCE sudah menembus 105 ribu seluruh Indonesia. Selain itu terdapat 200 penggerak dengan 500 usaha binaan,” papar  Iim.

OKOCE memberikan pelatihan, pendampingan usaha hingga kebutuhan modal melalui beberapa tahapan. Pihaknya  juga membantu perizinan dan juga pemasaran, dengan kurasi produk termasuk digital marketing, membuat laporan keuangan termasuk menggunakan aplikasi digital hingga akses permodalan (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate