hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kadin Dukung Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

JAKARTA-–Kamar Dagang Indonesia (Kadin)  menyatakan mendukung rencana pemerintah meningkatkan kualitas SDM untuk 2020.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan, hal ini keberlanjutan program deregulasi dan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hanya sja perlu diakui bahwa deregulasi sendiri masih tersendat eksekusinya antara pusat dengan daerah,” ujar Johnny, Minggu (18/8/19).

Berbagai kebijakan baru yang akan dijalankan  oleh pemerintah pada  2020 antara lain pemberian insentif bagi industri penyelenggara vokasi dan riset sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 45/2019, penyelenggaraan program Kartu Prakerja, hingga KIP Kuliah sebagai kelanjutan dari Bidik Misi.

Melalui PP No. 45/2019, pemerintah memberikan potongan penghasilan bruto maksimal 200% dari biaya penyelenggaraan vokasi dan maksimal 300% dari biaya penyelenggaraan riset.

Dalam rangka menyukseskan program Kartu Prakerja, pemerintah berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 triliun dan berencana menyerap 2 juta peserta.

Kadin  menekankan agar pengembangan SDM disesuaikan disesuaikan antar supply and demand atau pasok dan permintaan.

Adapun untuk KIP Kuliah selaku pengganti program Bidik Misi pemerintah berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp7,5 triliun dan menjaring 818.000 mahasiswa yang diutamakan untuk penempuh vokasi serta prodi sains dan teknologi.

“Kami berharap  pemerintah menyesuaikan program peningkatan kualitas SDM dengan kebutuhan industri. Terkadang kan apa yang dikehendaki pemerintah rupanya tidak cocok dengan kebutuhan industri,” papar Johnny.

Saran dia, pemerintah perlu bekerja sama dengan swasta agar program yang dikeluarkan dengan anggaran yang digelontorkan bisa lebih tepat sasaran.

Untuk diketahui, 5,01% dari angkatan kerja atau 6,82 juta penduduk Indonesia masih menganggur. Kebanyakan pekerja atau 58,26% pekerja di Indonesia merupakan lulusan SMP. Lulusan pendidikan formal pun 63% tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate