JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menggelar kegiatan vaksinasi yang diikuti 300 ekspatriat dari 15 negara yang tersebar di 231 perusahaan di Jakarta dan 56 warga negara Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/8/21).
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan gotong royong Kadin DKI Jakarta untuk ikut membantu program pemerintah. Kadin DKI Jakarta menginisiasi seluruh proses vaksinasi mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan.
“Animo mereka besar sekali. Sekitar seribu orang mendaftar dan hari pertama ini 356 orang. Lebih dari 500 orang masuk daftar waiting list,” ujar Diana Dewi.
Diana mengatakan, karyawan perusahaan tidak melakukan pembayaran. Hanya saja perusahaan memberikan konstribusi sebesar Rp700 ribu per orang untuk dua kali vaksinasi. Dia menyatakan puas karena para peserta vaksinasi tampak nyaman dan tidak berdesakan.
Dalam kesempatan itu Kadin juga menyerahkan 275 tabung oksigen kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19. “Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan ekonomi kembali membaik,” imbuhnya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi inisiatif Kadin DKI Jakarta. Sebagai ibu kota, terdapat banyak bisnis internasional yang memberikan konstribusi bagi kegiatan perekonomian. Sudah sewajarnya masyarakat internasional di Jakarta bisa mendapatkan vaksin.
“Kami Pemprov DKI Jakarta, bekerja sama dengan Kadin menjangkau masyarakat internasional, yang berada di Jakarta, yang bekerja di Jakarta,” ujar Anies.
Lanjut Anies para karyawan mendaftar melalui perusahaan masing-masing yang diakomodasi Kadin DKI Jakarta dengan target sebanyak 1.000 orang ekspatriat. Adapun vaksin merek Sinopharm dengan interval waktu vaksinasi dosis kedua 28 hari sejak vaksinasi dosis pertama. Rencananya, vaksinasi kedua bagi ekspatriat dilakukan pada pekan pertama September 2021.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta mengingat WNA di Jakarta juga merupakan bagian dari masyarakat di Ibu Kota.
“Kami anggap warga kita yang hadir di sini yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Indonesia yang di mana pada saat sebelumnya sangatlah susah untuk mendapatkan vaksin,” tutup Arsjad (Van).





