Peluang, Jakarta – Kepala Desa (Kades) Mutis, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Petrus Tamelab berharap, Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air dapat terus melayani pinjaman bagi warganya.
Namun ia menyarankan, bagi setiap peminjam harus mendapat rekomendasi darinya sebagai kepala desa.
Hal itu dimaksudkan agar dirinya dapat membantu mengawasi penggunaannya. Sehingga uang yang diberikan benar-benar digunakan untuk dimanfaatkan pada usaha produktif.
“Saya minta pemberian pinjaman untuk warga Desa Mutis sebaiknya mendapat rekomendasi dari saya. Karena saya mengetahui betul keadaan kehidupan mereka,” kata Petrus, Selasa (18/4/2023).
Menurut dia, hal itu agar dapat menghindari penyimpangan penggunaan pinjaman yang kelak akan berujung pada kredit lalai.
Lebih lanjut, Kades Mutis menyampaikan, bahwa dirinya telah meresmikan titik kumpul bagi anggota Kopdit Pintu Air di wilayah itu. Yang disaksikan oleh Ketua Komite Pintu Air Cabang Soe, Yehunias S.A Naat dan Manager Robertus Sedu serta Ketua Unit TP Kapang, Roni Mella.
Petrus mengatakan, kehadiran Kopdit Pintu Air sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kopdit Pintu Air dinilai dapat menggerakan roda ekonomi warga.
“Saya sampaikan terima kasih kepada pengurus Kopdit Pintu Air yang telah berkenan memberikan keputusan untuk membuka titik kumpul di Desa Mutis. Ini akan sangat mendorong perputaran roda ekonomi warga saya,” ujar Petrus.
Sebagai kepala desa ia belum mengetahui berapa jumlah warganya masuk menjadi anggota. Namun Pintu Air hingga akhir Maret 2023 telah menyalurkan pinjaman ke desanya mencapai Rp221 juta.
Sementara itu, Ketua Komite Pintu Air Cabang Soe, Yehunias S.A Naat, menyetujui apa yang diutarakan kepala Desa Mutis itu sebagai sikap pengendalian penggunaan pinjaman warga.
Menurutnya, hal itu menjadi komitmen Pintu Air agar tidak membuat anggota tambah susah. Sebaliknya, pinjaman yang diberikan harus dapat mengubah kehidupan ekonomi keluarganya.
Akan tetapi pada sisi yang lain menjadi anggota yang baik menabung harus menjadi budaya bagi anggota yang selalu merencanakan menyimpan dari kekurangan, bukan menunggu ada kelebihan.
“Anggota yang baik adalah anggota yang rajin menabung, meminjam sesuai kebutuhan usaha dan mengembalikan pinjaman tepat waktu dan tepat jumlah,” kata Yehunias. (alb)





