hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Kabupaten Banjarnegara Perlu Teknologi Mekanisasi Pertanian Dongkrak Produksi Kentang

BANJARNEGARA—Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat luas lahan kentang di Kabupaten Banjarnegara meningkat dari 5,7 ribu hektare pada 2018 menjadi 6,3 ribu hektare pada 2020.

Sementara produksi kentangnya meningkat tipis dari 1.147.193 ton pada 2018 menjadi 1.149.576 ton pada 2020. Sementara produksi kentang di Jawa Tengah rata-rata tercatat 2,9 juta ton per tahun.

Capaian ini membuat budi daya kentang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Banjarnegara. Namun untuk produksi  bisa lebih maksimal perlu sebuah terobosan yang dapat mengefisensi sumberdaya.

Badan Penelitian Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar ekspose teknologi mekanisasi pertanian modern mendukung budidaya kentang di Kecamatan Batur, Banjarnegara sebagai upaya mencari terobosan, Kamis 14 Oktober 2021.

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Agung Prabowo mengatakan modernisasi pertanian menjadi sangat penting untuk menuju target utama yaitu peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian, di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian.

“Biaya pengolahan dan pemanenan adalah komponen terbesar dalam biaya budidaya kentang. Dengan potensi yang dimiliki oleh Banjarnegara, perlu adanya modernisasi pertanian yang dicirikan dengan penggunaan alat mesin pertanian pada setiap proses produksi,” ujar Agung..

Kementerian Pertanian memilih Banjarnegara untuk memfasilitasi pengembangan budi daya kentang modern karena produksi kentang di sini merupakan peringkat pertama di Jawa tengah dan nomor dua se Indonesia.

Teknologi mekanisasi yang akan diterapkan untuk mendukung bucicaya kentang di Banjarnegara antara lain mesin pembuat guludan, mesin penanam benih kentang, mesin pemanen serta alat pengangkut sarana produksi dan hasil panen.

Di antara yang dibutuhkan, adalah mesin penanam benih yang memiliki kapasitas kerja hanya 4,5 jam untuk satu hektar, tentu usaha tani kentang akan menjadi lebih efisien karena menghemat waktu, biaya dan tenaga,” lanjut Agung.

Sementara Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyampaikan bahwa dengan potensi luas lahan yang ada di Banjarnegara, khususnya untuk komoditas kentang, pihaknya Kabupaten Banjarnegara dapat memiliki produksi kentang yang tinggi.

“Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan teknologi pertanian modern untuk budidaya kentang dari hulu sampai ke hilir,” ujarnya.

Syamsudin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas program yang dijalankan di wilayahnya.

“Kami berharap potensi tanaman kentang di Banjarnegara dapat menjadi pertanian yang modern dan terintegrasi, sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi di tingkat petani.” pungkas Syamsudin.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate