hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Jumlah Pelaku UMKM Jabar Masuk “Marketplace” Capai 1.623 Usaha

BANDUNG—Gubernur Jawa Barat (Jabar)  Ridwan Kamil menyampaikan sebanyak 90 persen ekonomi Jabar adakah ekonomi UMKM. Itu sebabnya pihaknya menginginkan pelaku UMKM go digital.

Untuk itu Pemprov Jabar bersama Pemkab/Pemkot melakukan pedampingan dan pelatihan  UMKM agar tetap bertahan bahkan berkembang dengan beradaptasi dengan teknologi yakni melakukan strategi pemasaran digital. 

Pria yang karib disapa Kang Emil itu menyebut  jumlah pelaku UMKM di Jabar yang masuk ranah digital marketplace juga bertambah.

“Sebelum pandemi Covid-19 terdapat 602 pelaku UMKM Jabar yang masuk marketplace dan kini sudah mencapai 1.623 pelaku UMKM setelah diadakan berbagai pelatihan,” ujar Kang  Emil dalam acara peluncuran Toko oleh Kaya.id secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (25/9/21). 

Gubernur juga terus mendorong daya saing digital. Saat ini, Jabar menempati posisi dua dalam hal daya saing digital di Indonesia dengan skor 57,1. 

Menurutnya, ada empat pilar yang menjadi pendukung daya saing digital yakni SDM berkualitas, pembiayaan teknologi informasi dan komunikasi, pertumbuhan keuangan digital tinggi dan terakhir infrastruktur digital.

“Kami ini daya saing ada di rangking dua karena kami ini desa. Makanya Jawa Barat membuat konsep desa digital. Tentunya ada empat yang sedang kami siapkan. SDM harus siap semua harus jago digital. Kemudian tidak usah pakai cash lagi, semua pakai QR Code semua  menggunakan e-money dan sebagainya kemudian infrastruktur dan lain-lain,” jelas arsitek alumni ITB ini.

Gubernur mengajak pelaku UMKM memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan _go digital,  Berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain & Company 2020, ekonomi digital Indonesia di tahun mencapai 44 juta dolar AS atau Rp631 triliun. Diprediksi pada 2025 akan meningkat menjadi 124 juta  dolar AS atau Rp1.744 triliun. 

“Dalam konteks potensi ekonomi digital tahun lalu orang mau jual beli lewat digital itu sekitar Rp600 triliunan dalam hitungan lima tahun dengan kerja cerdas maka ada potensi sekitar Rp1.700 triliun,” ujarnya. 

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar dengan 196,7 juta. Dari jumlah tersebut, 56 persen pengguna internet di Indonesia berasal dari daerah perdesaan. 

“Potensi di Indonesia pengguna internetnya hampir 200 juta. Orang Indonesia itu jumlah  ponselnya lebih banyak dari jumlah penduduknya,” kata Kang Emil.

Oleh karena itu, Kang Emil mengajak pelaku UMKM berjualan lewat daring tapi juga harus mengantisipasi lonjakan permintaan sebagai konsekuensi logis.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate