JAKARTA—Presiden Joko Widodo membuka Festival Ekonomi Syariah Indonesia atau Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 ke 7 yang digelar secara virtual karena kondisi pandemi. Kegiatan ini mengintegrasikan seluruh komponen penggerak ekonomi syariah.
Presiden menyampaikan, ISEF 2020 ini sejalan dengan cita-cita pemerintah yang hendak menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terbesar di dunia.
“Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival ini dapat menjadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan detil, menentukan langkah-langkah konkret yang segera harus dilakukan dalam pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah,” ujar Jokowi, Rabu (28/10/20).
Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang turut hadir membuka ISEF 2020 mengatakan, Indonesia semakin bergerak untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Itu tergambar lewat jalinan kerjasama yang lebih luas dengan lembaga internasional, serta membangun mata rantai ekonomi halal di tingkat nasional maupun global
“Sebagaimana arahan bapak Presiden pada peluncuran Masterplan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) Mei 2019, agar ekonomi keuangan syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, sumber kesejahteraan umat,” kata dia.
Cita-cita tersebut semakin diperkuat dengan pelaksanaan ISEF ke-7 pada 2020 ini. Pada tahun ini event tersebut membawa tema kesejahteraan bersama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah melalui mata rantai industri dan ekonomi halal, untuk kesejahteraan umat dunia.
“Tema ini sesuai dengan arahan bapak Wakil Presiden pada acara kick off ISEF ke-7 tanggal 7 Agustus 2020 yang lalu, agar ISEF dapat mensinergikan dan merealisasikan berbagai pemikiran dan inisiatif nyata untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan global,” tutup Perry.





