hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

JMA Syariah Nyaman Garap Pasar Potensial

Perseroan yakin memiliki potensi pengembangan yang sangat memadai. Dengan dukungan induk usaha, terbuka lebar jalan untuk lebih menggarap captive market 700 ribuan nasabah Kospin Jasa.

DUA tahun lalu, 18 Desember, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah) menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Melalui aksi korporasi itu, perseroan menargetkan perolehan dana senilai Rp50-Rp60 miliar dari pelepasan 40% saham perseroan. “Dana itu akan digunakan untuk modal kerja perseroan, seain untuk penempatan instrumen investasi jangka pendek,” ujar Dirut JMAS, Ibrahim, seusai Public Expose dan Due Diligence Meeting.

JMAS melepas 40% saham satas nama atau sekitar 400 juta saham dengan nilai nominal Rp100/lembar, harga penawarannya Rp140. JMAS mengantongi dana IPO Rp56 miliar. JMAS mengalami kelebihan permintaan sebanyak 4 kali pada penawaran perdana lalu. JMAS menjadi emiten ke-34 yang terdaftar tahun lalu di Bursa Efek Indonesia.. “Harapan kami, makin banyak emiten yang tercatat di BEI. Setelah IPO-lah, mereka umumnya menjadi besar,” ujar Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI dalam sambutannya.

Dengan torehan ini, anak usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa atau Kospin Jasa itu menjadi perusahaan asuransi jiwa syariah pertama yang melantai di bursa. Selain untuk modal kerja, dana juga akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Tahun lalu, empat dari dari enam rencana produk asuransi individu di-acc pihak OJK. Saat ini, JMA Syariah baru memiliki 10 produk asuransi yang terdiri 4 produk individu dan 6 produk kumpulan. 

Pada 2018 lalu, perseroan yang lebih fokus menyasar segmen bisnis individu, melalui pengembangkan jalur distribusi agensi. Hasilnya? Investasi 2018 sebesar 112.514 (dalam jutaan); aset 179.015; liabilitas kepada pemeang saham 55.374; kewajiban lainnya 9.380; dana investasi peseta 331; dana Tobarru’ 1.107, ekuitas 112.822. Kinerja keuangan: pendapatan usaha 14.793; pendapatan nonusaha 345; laba bersih 552.

Basuki mengharapkan tahun ini porsi segmen individu dapat mencapai 20% dari total portofolio perseroan. Selain mengembangkan produk individu, perseroan juga akan mengembangkan produk unit-linked tahun depan. Terkait target pertumbuhan, Ibrahim mengaku membidik kontribusi atau premi dapat mencapai Rp120 miliar. Kontribusi bruto perseroan per Oktober 2017, katanya, telah mencapai Rp45 miliar atau tumbuh sekitar 400% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Strategi yang diterapkan perseroan dalam merealisasikan target 2018 antara lain adalah mengembangkan pemasaran ke daerah potensial, melakukan diversifikasi produk, serta menjalin kemitraan dengan lembaga lainnya, seperti agensi, broker, dan koperasi. Perseroan, kata Basuki, memiliki potensi pengembangan yang sangat memadai. Dengan dukungan induk usaha, JMAS terbuka lebar jalan untuk menggarap captive market 700 ribuan nasabah Kospin Jasa. “Dukungan Kospin akan memudahkan penetrasi pasar kami,” kata Basuki.

Kinerja keuangan triwulan I tahun 2019 juga membaik dibanding posisi Desember 2018. Investasi 116.835 (dalam jutaan); aset 179.506; cadangan teknis 54.794; dana investasi peserta 376; dana Tabarru’ 1.421; ekuitas 113.339. rencana strategis 2019 terelaborasi dalam butir-butir: pengembangan pasar produk individu dan diversifikasi produk; kerja sama dengan bank umum dan lembaga keuangan; inbranch sales dengan Kospin Jasa; kerja sama dengan lembaga nonbank, rekuitmen dan development agency.●(Red)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate