
PeluangNews, Jakarta – Musim haji semakin dekat. Meski eskalasi konflik di Timur Tengah memanas, pemerintah tetap menjadwalkan pemberangkatan jemaah haji ke tanah Suci, Makkah.
Menurut Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf (Gus Irfan), pemberangkatan kloter pertama jemaah haji 1447 Hijriah atau tahun ini direncakan akan dimulai April 2026.
“Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan mulai 22 April 2026,” kata Gus Irfan dalam kegiatan manasik haji Kota Blitar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, dikutip dari siaran pers, Jumat (27/3/2026).
Dia menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah hampir mencapai 100%, yang meliputi aspek transportasi dan konsumsi.
“Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan,” ujarnya.
Gus Irfan mengungkapkan, Kemenhaj telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kualitas layanan untuk jemaah haji selama di Tanah Suci.
“Distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi,” katanya.
Selanjutnya, dia meminta seluruh jemaah untuk memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat. Kesempatan menunaikan ibadah haji, jelasnya, merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.
“Bapak dan ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” tutur Menteri Haji dan Umrah itu.
Dia mengapresiasi berkat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang menjadi kunci menghadirkan layanan terbaik bagi jemaah.
Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, jelas Gus Irfan, penyelenggaraan haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan agar jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat.
Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah menghadirkan layanan haji yang lebih fokus dan terintegrasi.
“Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air,” ucap Menhaj dan Umrah tersebut. []








