SEMARANG—Karet dan barang dari karet merupakan salah satu komoditas ekspor dari Provinsi Jawa Tengah. Data IQFast mencatat ekspor karet melalui Semarang tahun 2019 mencapai 7.824 ton senilai Rp270 miliar.
Sementara pada 2020 mengalami kenaikan hingga mencapai 12.313 ton senilaiRp 296 miliar.
Karet asal Jawa Tengah dinilai berkualitas tinggi diminati di pasar mancanegara dan sering diekspor Amerika Serikat, Pakistan, Taiwan, Rusia, dan India.
Mengawali 2022, Jateng kembali mengekspor karet sebesar 102 ton dengan nilai Rp2,5 triliun dengan tujuan Rusia.
Sebelum diberangkatkan, karet itu harus melewati rangkaian tindak karantina untuk memastikan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan.
Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan, Cisilia Triwidiyanti menyebut lembaran karet yang diekspor akan digunakan sebagai bahan baku ban mobil. Rusia memiliki kebutuhan karet cukup tinggi sehingga membuka peluang melipatgandakan permintaan karet kualitas terbaik.
“Selain Rusia nantinya dapat berdaya saing ke pasar berbagai negara di belahan dunia. Karantina Pertanian Semarang selalu mendukung akselerasi ekspor seiring tren produksi karet kian menjanjikan di pasar bebas,” ujar Cisilia.
Menurut dia Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dan mampu memasok kebutuhan karet ke pasar global secara rutin.





