TANGSEL—Salah satu usaha yang terdampak pandemi Covid-19, tetapi segera bangkit lagi datang dari jasa pembuatan pembuatan karikatur, mozaik, kolase, sketsa, digital painting, dan olah foto lainnya.
Ery Setiawan, seorang warga Ciputat, Tangerang Selatan memasarkan usahanya secara daring dengan website fotokuunik.com dan media sosial.
“Karikatur digital, digambar menggunakan perangkat pen tablet wacom Cintiq. Hasilnya diprint di kanvas. Produk yang saya pasarkan tidak hanya karikatur saja, tetapi ada aneka jenis layanan edit foto yang lain,” ujar Eri kepada Peluang, Selasa (13/4/21).
Pria kelahiran Gunung Kidul, 1972 memulai usaha tahun 2009, setelah mengundurkan diri dari perkejaan sebagai designer grafis. Alumni Teknologi Pertanian, UGM Ini mempelajari teknik pembuatan karikatur digital secara otodidak dengan menggunakan Photoshop.
Mayoritas pelanggannya adalah korporasi atau perusahaan, biasanya mereka pesan karikatur untuk tanda mata farewell, pensiun, ulang tahun dan sebagainya. Dalam sebulan, dia mendapat 30 hingga 50 orderan.
“Ada yang order satu atau dua wajah, ada juga karikatur grup yang isinya puluhan orang. Harga karikatur ditentukan jumlah wajah dan ukuran,” ungkap Ery seraya mengatakan dibantu satu orang asisten gambar dan satu orang kurir.
Ery menuturkan, Photokuunik Studio mampu meraup omzet Rp70 hingga Rp110 juta per bulan. Pandemi hanya berdampak tiga bulan pertama, Maret – Mei 2020, setelah itu pesanan normal kembali seperti sebelum pandemi.
“Karena pemasaran menggunkan websites, mungkin itu yang membuat bisa bertahan menghadapi pandemi, karena tidak tergantung mobilitas orang,” tambah dia.
Menurut dia, memasarkan sceara daring relatif tidak membutuhkan biaya besar untuk sewa tempat. Cara ini lebih efisien waktu karena bisa dikerjakan kapan saja dan di mana saja.
Meskipun demikian Ery mengaku, juga menghadapi kendala. Di antaranya ketika websites down atau kena virus, maka butuh waktu lagi untuk webites bisa eksis dan menduduki peringkat depan daftar pencarian google dengan kata kunci karikatur.
Kendala kedua adalah ketika mesin print untuk cetak kanvas tiba-tiba ada kerusakan ketika sedang ada kebutuhan mendesak untuk cetak. Namun sejauh ini Fotokuunik ternyata mampu mengatasi kendala-kendala itu dan usahanya terus berkembang.
“Rencana pengembangan ke depan, saa ingin menyasar pasar luar negeri,” tutupnya (Van).








