
PeluangNews, Jakarta-Pemerintah terus mematangkan kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dengan mempercepat penanganan infrastruktur di Provinsi Lampung.
Wilayah ini menjadi titik krusial mobilitas masyarakat karena berfungsi sebagai pintu utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi optimal demi kelancaran perjalanan masyarakat saat mudik maupun arus balik Lebaran.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, dukungan infrastruktur yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman. Dengan dukungan jalan nasional yang mantap serta koordinasi lintas sektor, kami berharap mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran dapat berlangsung lancar,” ujar Dody.
Upaya percepatan dilakukan dengan menargetkan kondisi zero pothole atau bebas lubang di jalur mudik utama. Hingga pertengahan Maret, penanganan telah dilakukan terhadap lebih dari 6.800 titik lubang di sejumlah koridor strategis di Lampung.
Beberapa jalur utama yang disiapkan bagi pemudik antara lain Jalan Tol Bakauheni–Pematang Panggang sepanjang 253 kilometer, Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang 285 kilometer yang menghubungkan Lampung Timur hingga Pematang Panggang, serta Jalan Lintas Tengah Sumatera sepanjang 318 kilometer yang melintasi Kota Bandar Lampung hingga Way Kanan.
Bagi pemudik tujuan Bandar Lampung, tersedia dua alternatif perjalanan, yakni melalui jalan tol dengan pintu keluar Itera KM 78 atau melalui jalur lintas tengah via Kalianda dengan jarak tempuh sekitar 87 kilometer.
Selain peningkatan kualitas jalan, pemerintah juga menyiapkan tim siaga dan peralatan berat di titik strategis untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas.
Titik rawan longsor, banjir, kemacetan, dan kecelakaan juga telah dipetakan sebagai bagian dari langkah mitigasi.
Untuk mengurai potensi kepadatan menuju pelabuhan, pengelola jalan tol menyiapkan skema delay system di sejumlah rest area seperti KM 87B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B. Sistem ini diharapkan mampu mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan Pelabuhan Bakauheni saat puncak mudik.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Lampung diharapkan mampu menjadi simpul konektivitas yang andal sekaligus menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.








