hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jagat Sutera, Angkat Tenun Donggala ke Tingkat Nasional

DONGGALA—Indonesia bukan saja  memiliki kekayaan alam berlimpah ruah, tetapi juga tradisi tenun yang beragam, yang harus dilestarikan agar tidak punah. Persoalannya adalah pada regenerasi. Tradisi menenun umumnya merupakan usaha keluarga turun-temurun, yang belum tentu disukai oleh generasi muda.

Hairul Anwar, 37 tahun warga Jalan Mangga 31, Donggala memutuskan meninggalkan bangku kuliahnya di Fakultas Budi Daya Perikanan yang masa depannya lebih menjanjikan, untuk meneruskan usaha keluarganya.  Hairul melestarikan usaha ini dengan membuat brand baru Jagat Sutera pada 2009

Tenun asal  Donggala ini dikenal sebagai  Buya Sabe yang memiliki berbagai macam jenis tenun seperti tenun ikat, baik tenun ikat pakan, tenun double ikatnya serta tenun songket. Tenun ikatnya dikenal dengan Buya Bomba sedangkan tenun songket dikenal dengan Buya Subi.

Kain Tenun Ikat Bomba atau Buya Bomba merupakan penggabungan kata Buya dan Bomba, Buya berarti sarung sedangkan Bomba berarti bunga, maka dari itu Buya Bomba berarti sarung bunga. Maka motif yang tercipta memiliki berbagai kombinasi antara bunga dan bentuk lainnya.

Penggunaan kain Buya Bomba pun beragam, dapat menjadi sarung dan selendang sebagai pasangannya untuk wanita, kemeja untuk laki – laki dan jas yang dapat digunakan untuk wanita dan laki – laki, ketiga pakaian tersebut digunakan pada acara -acara formal.

“Motif Bomba merupakan simbolisasi dari keberagaman dan kebersamaan sehingga selaras dengan citra masyarakat Sulawesi Tengah yang ingin kami sampaikan.” kata Hairul.

Hairul membuat aneka produk mulai dari bahan kain, sarung  hingga jaket dengan harga Rp150 ribu hingga lebih dari Rp1 juta.  Bahannya tidak hanya sutera, tetapi aneka jenis katun.  Jangkauan pasarnya mencakup seluruh Indonesia sebelum pandemi dengan omzet Rp70 juta hingga Rp80 jutaan.

“Sayang pandemi memukul usaha kami, hingga omzet berkurang nyaris separuh dna untungnya berapa bulan terakhir sudah mencapai Rp60 jutaan,” ujar Hairul ketika dihubungi Peluang, Kamis (17/6/21).

Hairul mengaku beruntung bisa memasarkan dengan menggunakan marketplace dan media sosial, hingg pasarnya lebih luas. Ke depan Hairul tdak muluk-muluk,  hanya ingin usahanya lebih maju lagi. (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate