hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

“Itha Arts” Angkat Rumput Purun Jadi Produk Kerajinan Berkelas

BANJARBARU-—Di kawasan Kalimantan Selatan terdapat tanaman gulma atau sejenis rumput liar yang disebut purun. Mayarakat Banjar secara turun menjadikan kerajinan, yang terbanyak untuk bakul tempat beras, tikar hingga topi sebagai bagian dari kearifan lokalnya.

Seorang perempuan asal Semarang bernama Bertha Triastoetie merantau ke Banjarbaru melihat potensi kerajinan ini bisa menjadi berkelas asal digarap dengan baik. Dia pun melakukan inovasi membuat bahan rumput purun  menjadi tas dengan menambahkan bahan kulit atau imitasi, hingga resleting seperti membuat tas hingga menjadi nilai tambah.

Bertha kemudian mendirian brand Itha Arts dan merangkul sekitar 40 perajin di sekitar Banjarbaru. Tas itu dibandroll dengan harga Rp150 ribu hingga Rp900 ribu. Hasilnya?  Tas itu merebut hati konsumen dan mendapat omzet sekira Rp30-35 sejuta sebulan.

Sayangnya pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi usahanya. Omzet usahanya terdampak hingga 70%. Kini dia gencar mempromosikan usahanya melalui media sosial agar roda bisnis tetap berjalan.

“Saya beruntung menjadi binaan Bank Indonesia dan diikutsertakan dalam ajang seperti Karya Kreatif Indonesia hingga mendapatkan promosi dan berbagai manfaat lain,” ujar Bertha kepada Peluang, Jumat (5/3/21).

Ke depan Bertha berupaya untuk ekspor produknya. Namun ia mengaku mengalami kesulitan karena prosedurnya rumit. Untuk itu dia meminta instansi terkait membantu UKM seperti untuk bisa memasarkan produknya hingga mancanegara (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate