hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Internalisasi Kebiasaan Berpikir Kreatif

Belajar untuk mendapatkan kemampuan berpikir kreatif juga memerlukan kegigihan dan keberanian untuk mendobrak cara berpikir lama (konvensional). Sayangnya, jarang sekali eorang mau capek-capek mendapatkan informasi baru.

KREATIVITAS seringkali dianggap sebagai bakat atau kemampuan yang sudah dibawa seseorang sejak lahir. Padahal, kreativitas dapat dilatih dan dapat pula diperoleh melalui proses belajar. Untuk bisa bertindak kreatif, terlebih dahulu harus dimulai dari berpikir kreatif.

Kreatif adalah sebuah kata yang mengandung nilai kemampuan diri untuk berpikir tentang berbagai macam hal dan bertindak lebih baik yang mengarah pada hal positif. Jadi, kreatif bukan berarti hiperaktif yaitu tindakan yang berlebihan dan tidak wajar serta tidak terkontrol.

Agar dapat berpikir kreatif, Colin Rose (2003) menyebut empat hal yang perlu dilakukan. Pertama, memulai dengan banyak pengetahuan. Ini berarti, kita harus sering-sering mencari informasi baru, agar memperoleh pengetahuan dan latar belakang yang terperinci mengenai suatu topik atau permasalahan. Bagaimanapun, topik ini adalah kunci dari kreativitas, karena hampir semua ide baru hanyalah kombinasi ulang dari ide-ide lama yang sudah ada. Orang kreatif selalu tahu lebih banyak tentang topiknya.

Kedua, mengombinasikan informasi-informasi yang diperoleh untuk mendapatkan ide-ide baru. Hal inilah yang membuat seseorang akan mampu melahirkan gagasan atau ide baru yang belum pernah dipikirkan dan dilakukan orang lain. Penggabungan informasi ini akan lebih mengerucutkan pada ide baru yang akan dituju. Ide baru inilah awal dari hasil berpikir kreatif.

Ketiga, membandingkan ide baru dengan ide lama. Kita hanya bisa melihat nilai ide baru setelah membandingkan dengan yang lama. Ide baru akan terlihat baik dan elegan ketika hal lama dirasa tidak dapat lagi digunakan, atau ide baru dirasa lebih berarti digunakan dalam kondisi yang tepat untuk saat itu.

Keempat, menerapkan ide yang telah diperoleh. Dengan melaksanakan ide atau gagasan tadi berarti mengaktualisasikan hasil berpikir ke dalam tindakan nyata. Tanpa dilaksanakan secara nyata, ide ini hanyalah khayalan bebas yang tidak memiliki nilai dan tolok ukur.

Kreativitas memang bukan berasal dari ilham atau wangsit apalagi hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Belajar untuk mendapatkan kemampuan berpikir kreatif juga memerlukan kegigihan dan keberanian untuk mendobrak cara berpikir lama (konvensional). Sayangnya,  jarang sekali orang mau capek-capek mendapatkan informasi baru. Seringkali untuk mendapatkan informasi baru dianggap sebagai beban. Anggapan sebagai beban ini yang membuat seseorang malas berpikir. Padahal, nyaman dengan gaya hidup dan pola pikir yang itu-itu saja itulah yang perlu direformasi.

Setiap tindakan penciptaan didahului (dengan) tindakan penghancuran. Itu kata Picasso. Bukan berarti kita harus menghancurkan kemapanan. Pernyataan itu menunjukkan pada perubahan yang lebih baik ketika seseorang berani mencoba berpikir kreatif, dengan menanggalkan kebiasaan yang sudah tertata rapi dengan pola pikir yang monoton.

Kata Thomas Alfa Edison, “Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menghindari berpikir”. Artinya, proses berpikir akan senantiasa terjadi terus menerus sepanjang hayat kita. Yang dimaksud tentu saja proses berpikir yang berbobot/berkelas untuk berbagai aspek yang menantang, tak sekadar asal mikir yang bersifat kodrati. Tindakan terus menerus itu dilakukan agar menjadi pembiasaan dan pada akhirnya kita terbiasa dengan pola pikir yang terus baru dengan ide-ide yang selalu baru. Dengan begini, kita telah masuk ke alam berpikir kreatif.●(Nay)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate