hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Insprasi Anak Dorong Ibu Ini Jadi Produsen Alat Permainan Edukatif

BANDAR LAMPUNG—Suatu ketika seorang anak bernama Danish Althafarizqi belum melontarkan satu patah kata pun pada usianya yang menginjak dua tahun. Anak itu didiagnosa menderita speech delay, dikarenakan terpapar gadget di usianya yang masih sangat dini, karena kurang mendapatkan stimulasi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Eka Mutia Komala, Sang Bunda mencari berbagai artikel mengenai tumbuh kembang anak dan mendapatkan bahwa mainan edukasi adalah salah satu alternatif untuk membantu stimulasi anaknya. akan tetapi ternyata harganya cukup mahal, untuk mendapatkan potongan harga Eka harus menjadi reseller terlebih dahulu.

Ketika pulang kampung halaman orangtuanya di Sungai Penuh, Jambi pada 2017 Eka membantu ayahnya yang merupakan Ketua Yayasan TK dan PAUD yang pada saat itu membutuhkan Mainan Edukasi untuk di Lembaganya.

“Terbuka kesempatan jadi reseller dan saya pun berkeliling  ke beberapa sekolah di sana. Alhamdullillah closing dapat omzet Rp30 juta untuk transaksi pertama,” ujar Eka kepada Peluang, Minggu (17/1/21).

Dia pun memahami fungsi mainan edukasi karena berhasil digunakan untuk anaknya sendiri. Di matanya ada  potensi bisnis alat mainan edukatif (APE)  itu di Lampung.

Dalam menjalankan usahanya, Eka menggandeng para perajin yang terbiasa membuat mainan.  Yang menarik selain ada yang dibuat dari kayu utuh, ada mainan yang dibuat dari limpah kayu sisa dari potongan kayu kecil yang dilebur jadi bubur kemudian dicetak lagi.

Dia mampu meraup omzet antara Rp20 hingga Rp50 juta per bulan. Pemasaran sudah mencapai Aceh.  Menurut Eka, pandemi pada awalnya  tidak terlalu terpengaruh, , karena orang tua  butuh media pengalihan agar anak tidak bermain gadget saat sekolah di rumah.

“Namun  makin kesini penjualan retail mulai agak sedikit lesu.  Omzet saat pandemi terbantu dari lembaga pemerintah, karena selama ini Aulian Kidstore (nama tokonya)  sudah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga sejak 2017,”  papar Eka.

Ke depan dia berencana membangun brand Gemilang Indonesia yang nantinya akan mewadahi proses produksi, dan dalam jangka panjang tidak menutup kemungkinan  akan memiliki tukang dan workshop sendiri.

Gemilang Indonesia itu adalah usaha yang dirintis dengan beberapa rekanan distributor di seluruh indonesia, dibangun dengan konsep usaha bersama (koperasi).  Walau belum ada legalitasnya tapi pihaknya  serius menjalani usaha ini dan kalau tidak ada aral melintang  14 Februari 2021 ini diluncurkan. Setidaknya sudah  ada 10 distributor dan 17 agen yang bergabung dari seluruh Indonesia

“Saya ingin membantu orang tua dan lembaga pemerintah dalam mencetak generasi gemilang dengan menciptakan mainan edukasi yang dapat membantu stimulasi anak usia dini,” tutupnya (van).

pasang iklan di sini
octa vaganza