hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Inovasi KUD Terbaik Kabupaten Sekadau

Sejak didirikan pada 30 Maret 2010, KUD Sumber Karya fokus membina anggota petani kelapa sawit.  

Pamor Koperasi Unit Desa (KUD) memang tidak lagi sementereng saat zaman Orde Baru. Namun bukan berarti perannya tidak lagi dibutuhkan oleh anggota petani. Setidaknya itu ditunjukan oleh KUD Sumber Karya yang sudah 10 tahun membina petani kelapa sawit.

KUD Sumber Karya yang berlokasi di Dusun Suak Terentang, Desa Engkersik, Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat ini sejak didirikan pada 30 Maret 2010, fokus mengembangkan usaha terkait dengan bisnis kelapa sawit.

“Kami hanya membina anggota yang punya lahan sawit saja,” ungkap Marius Habu, Ketua Pengurus KUD Sumber Karya saat dijumpai di acara Studi Banding Koperasi 3 Provinsi di Jakarta, 22 November 2022.

Atas konsistensi KUD Sumber Karya dalam membina petani sawit, Pemkab Sekadau mengapresiasi dengan menobatkannya sebagai KUD terbaik di Kabupaten Sekadau beberapa tahun silam. KUD Sumber Karya dinilai turut mendorong peningkatan perekonomin daerah dan mengangkat kesejahteraan petani.

Marius mengaku bangga atas penghargaan tersebut dan berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha KUD. Saat ini KUD yang memiliki 58 anggota itu memiliki lini usaha yaitu jasa penjualan tandan buah segar (TBS), sarana produksi pertanian (saprotan), sarana pengangkutan kelapa sawit, dan usaha simpan pinjam.

“Sebagai KUD terbaik di Sekadau kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan untuk kepuasan anggota,” ujarnya. 

Selama ini keunggulan KUD Sumber Karya adalah semangat gotong-royong, keterbukaan, dan jaringan yang luas dengan berbagai organisasi baik di dalam dan luar negeri. KUD Sumber Karya telah menjadi contoh bagi organisasi internasional seperti Solidaridad, LSM dari Belanda dan LSM lainnya dalam konteks pemberdayaan petani sawit.

KUD yang pada tahun lalu asetnya mencapai Rp1,3 miliar itu telah melakukan mitigasi risiko penurunan harga kelapa sawit. Caranya dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimiliki petani untuk menanam komoditas lain seperti jagung, kacang tanah, dan lainnya. Ini dilakukan untuk mengantisipasi fluktuasi harga jual sawit.

“Ke depan, kami meyakini usaha KUD akan lebih berkembang seiring dengan dapat dipanennya kembali kelapa sawit setelah beberapa tahun menunggu akibat peremajaan kebun sawit,” pungkasnya.

Untuk itu, Marius dan jajarannya akan terus membangun komunikasi dengan para anggota KUD Sumber Karya dalam mendukung pengembangan usaha koperasi. Usaha saprotan seperti pengadaan pupuk dan usaha simpan pinjam akan lebih digenjot untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam pengelolaan kebun sawit. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate