hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Inovasi Baru! Benih Nila Unggul Siap Dongkrak Produksi Nasional

Ikan Nila /Foto: Ist

PeluangNews, Jakarta – Sinergi antara riset dan industri kembali diperkuat untuk mendukung sektor pangan nasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional menggandeng PT Indohatchery Bangun Insan Sejahtera dalam pengembangan varietas unggul ikan nila industri guna meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bertajuk Perakitan Varietas Unggul Ikan Nila Industri: Karakterisasi Fenotipik di Kawasan Sains dan Teknologi Ir. Soekarno. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi BRIN untuk mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat diterapkan secara nyata di sektor industri.

Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Fahrurrozi, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi inovasi.

“Riset harus mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Kolaborasi ini merupakan upaya konkret untuk memastikan hasil penelitian dapat dihilirisasi dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini telah dirintis sebelumnya oleh para peneliti dan kini diformalkan sebagai bagian dari program strategis pengembangan budidaya ikan nila nasional.

Dari sisi industri, Direktur Utama PT Indohatchery Bangun Insan Sejahtera, Endang Nurikhwan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas usaha secara berkelanjutan.

“Produktivitas yang meningkat akan berdampak pada profitabilitas perusahaan serta kemampuan dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat dan mendukung usaha pelanggan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam peningkatan performa produksi. Oleh karena itu, dukungan riset dinilai menjadi faktor krusial dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi.

“PT IBIS tidak dapat berkembang optimal tanpa dukungan riset. Kami berharap BRIN dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang kami hadapi, terutama dalam meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Estu Nugroho, menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya ikan nila ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kualitas benih, kondisi air, dan pakan.

Menurutnya, dua faktor terakhir telah memiliki solusi yang cukup berkembang, sehingga fokus riset kini diarahkan pada pengembangan benih unggul melalui identifikasi karakter fenotip, hibridisasi, serta peningkatan kualitas induk.

“Kami akan mengidentifikasi karakter ikan yang paling sesuai untuk industri, kemudian mengembangkannya menjadi varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, varietas nila yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memiliki pertumbuhan optimal, tetapi juga adaptif terhadap berbagai kondisi budidaya.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa integrasi antara inovasi berbasis sains dan kebutuhan industri menjadi kunci dalam memperkuat sektor perikanan budidaya. Ke depan, pengembangan varietas unggul ikan nila diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.

pasang iklan di sini
octa vaganza