JAKARTA—–Badan Pusat Statistik mengungkapkan Inflasi yang terjadi pada Oktober 2019 mencapai 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138, 40. Sebagai catatan pada September lalu Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,27%
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2019 sebesar 2,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,13 persen.
“Melihat capaian ini, boleh dikatakan inflasi cukup stabil. Angka inflasi tahunan 3,13 persen maish di bawah target nasional 3,5 persen,” ujar Suhariyanto dalam Jumpa Pers di kantornya, Jumat (1/10/19).
Menurut Suhariyanto , Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,45%. Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08%.
BPS juga mencatat dari 82 kota IHK, 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen dengan IHK sebesar 136,49 dan terendah terjadi di Pematangsiantar, Tual, dan Ternate masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 140,89; 159,94; dan 140,32.
Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar 0,69 persen dengan IHK sebesar 140,49 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,35.
“Inflasi pada Oktober menunjukkan terkendali dan target akan tercapai,” tutup Suhariyanto.








