JAKARTA—Badan Pusat Statistik mencatat pada mei 2021 terjadi inflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,63. Dari 90 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyampaikan menikatnya inflasi disebabkan oleh faktor musiman yaitu Ramadan dan Idulfitri. Pasalnya penyumbang inflasi lebih didominasi oleh kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok saat puasa dan lebaran.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,38 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,52 persen.
“Kenaikan permintaan terutama pada bahan pokok pada Ramadan dan LebaranInflasi terkait dengan adanya musiman Ramadan dan Lebaran, musiman,” ujar Setianto dalam video conference di Jakarta, Rabu (2/6/21).
Inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) sampai dengan Mei 2021 tercatat sebesar 0,90 persen. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun atau year on year (yoy) pada Mei 2021 adalah sebesar 1,68 persen.
Rilis BPS lebih tinggi dari prediksi Bank Indonesia yang memproyeksikan inflasi Mei mencapai 0,28 persen dan perkiraan tahun kalender 0,86 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (28/5/21) menyampaikan, penyebab inflasi terkait kenaikan angkutan antar ota dan daging ayam ras.








