hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Inflasi Januari 2021 Capai 0,26 Persen, Didorong Kenaikan Harga Tempe

JAKARTA—-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa pada Januari 2021 inflasi di Indonesia mencapai 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,95. Dari 90 kota IHK, 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto inflasi pada Januari 2021 lebih rendah daripada inflasi pada bulan Desember 2020 yang sebesar 0,45% mom dan secara tahunan sebesar 1,68% yoy. 

Inflasi yang lebih rendah ini disebabkan oleh dampak Covid-19 yang masih bisa dirasakan meski sudah memasuki 2021. Pandemi membayangi perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia,” ujar Suhariyanto dalam web seminar, Senin (1/2/21). 

Pandemi ini berimbas pada  mobilitas masyarakat berkurang dan roda ekonomi bergerak lambat. Ini yang akhirnya berpengaruh pada penurunan pendapatan yang mengakibatkan lemahnya permintaan. 

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,81 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,43 persen dengan IHK sebesar 105,54 dan terendah terjadi di Balikpapan dan Ambon sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,38 dan 105,54.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 103,86 dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,16.

“Beberapa komoditas yang dominan memberi andil kepada inflasi di antaranya adalah cabai rawit sebesar 0,08 persen, ikan segar 0,04 persen. Kemudian juga ada kenaikan harga tempe yang memberi andil inflasi sebesar 0,03 persen dan kenaikan harga tahu mentah memberi andil 0,02 persen,” pungkas dia.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate