hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Industri Tekstil Siap Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan

Ilustrasi : Istimewa

PeluangNews, Jakarta – Momentum Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri kembali menjadi pendorong penting bagi sektor industri dalam negeri, khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta subsektor terkait yang mengalami peningkatan permintaan setiap tahunnya.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memastikan industri tekstil dan produk tekstil, industri pakaian jadi, alas kaki, serta subsektor pendukung lainnya berada dalam kondisi siap untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Permintaan tersebut terutama berasal dari produk fesyen seperti busana muslim, sarung, mukena, perlengkapan ibadah, hingga alas kaki yang diproduksi oleh industri nasional.

Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal penting bagi industri nasional dalam menjaga pasokan produk di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3) kemarin.

Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri merupakan periode krusial bagi industri TPT karena selalu terjadi lonjakan permintaan domestik yang signifikan setiap tahun. Oleh karena itu, pelaku industri telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Sepanjang 2025, sektor IKFT mencatat pertumbuhan sekitar 5,11 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sebesar 3,87 persen. Nilai ekspor sektor ini mencapai sekitar USD47,95 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 6,71 juta orang.

Sementara itu, subsektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh sekitar 5,39 persen dan menyerap lebih dari 3,7 juta tenaga kerja.

“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus.

Kinerja industri tekstil dan produk tekstil secara khusus juga menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan sekitar 4,64 persen. Di tengah dinamika perdagangan global, kinerja ekspor sektor TPT masih menunjukkan peningkatan yang mencerminkan daya saing industri nasional tetap terjaga.

Agus menambahkan bahwa industri TPT, alas kaki, serta kosmetik merupakan sektor padat karya yang memiliki efek berganda besar bagi perekonomian. Hal ini karena sektor tersebut melibatkan rantai pasok yang panjang mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga perdagangan ritel.

Selain produk sandang, peningkatan konsumsi juga terjadi pada produk penunjang penampilan seperti kosmetik dan perawatan diri. Hingga akhir 2024, industri kosmetik mencatat pertumbuhan sekitar 4,3 persen dengan nilai ekspor mencapai USD382,4 juta.

Menurut Agus, momentum Ramadan juga perlu dimanfaatkan untuk mendorong konsumsi produk dalam negeri.

“Momentum Ramadan harus juga kita manfaatkan untuk mendorong belanja produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tuturnya.

Pemerintah juga terus memperkuat daya saing industri melalui berbagai kebijakan, antara lain substitusi impor, fasilitasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan industri berbasis inovasi dan sertifikasi termasuk sertifikasi halal.

Upaya tersebut diharapkan mampu membuat industri nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas produksi menjelang Lebaran turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan tenaga kerja di sektor industri padat karya. Kenaikan permintaan membuat utilisasi kapasitas industri meningkat sehingga membuka peluang peningkatan produksi sekaligus menjaga stabilitas lapangan kerja.

Agus optimistis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, industri tekstil, alas kaki, serta subsektor terkait akan terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri yang selalu menjadi pendorong kuat bagi konsumsi domestik.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate