Peluang News, Jakarta-Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengajak delegasi Nigeria dari National Defence College (NDC) untuk memperkuat hubungan dagang kedua negara melalui kolaborasi konkret dengan perwakilan dagang Indonesia di Nigeria.
“Delegasi Nigeria tidak hanya dapat memahami peran strategis perdagangan Indonesia di kawasan Afrika Barat, tetapi juga bisa turut aktif menjadi agen penghubung ekonomi antara Indonesia dan Nigeria, bahkan ke tingkat kawasan,” ujar Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, dalam diskusi panel di Kantor Kemendag, Kamis (22/5).
Diskusi panel ini dihadiri oleh delegasi NDC Nigeria yang dipimpin oleh Adam Okene Ahmed. Dalam kesempatan tersebut, Bayu menekankan pentingnya relasi langsung antara pelaku usaha Nigeria dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, yang berfungsi sebagai garda depan promosi produk Indonesia di Afrika Barat.
“Kami persilakan para pelaku usaha yang membutuhkan informasi produk dan potensi kerja sama untuk langsung menghubungi perwakilan ITPC Lagos,” imbuh Bayu.
Bayu juga memaparkan tiga strategi prioritas Kemendag dalam menunjang perdagangan, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Pemberdayaan UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor.
“Salah satu program unggulan kami dalam pengembangan ekspor adalah UMKM BISA Ekspor. Program ini menggabungkan pendekatan teknologi, kreativitas, dan promosi dagang, dengan regulasi ekspor dan akses pasar potensial,” jelasnya.
Ia menambahkan, daya saing UMKM juga diperkuat melalui program seperti Good Design Indonesia (GDI), dukungan dari Indonesia Design Development Center (IDDC), serta fasilitasi sertifikasi seperti HACCP dan Sertifikasi Halal.
“Kami juga punya Export Coaching Program (ECP) yang tersedia di Export Center Surabaya dan Makassar, bekerja sama dengan lembaga internasional seperti TFO Canada, CBI Belanda, dan SIPPO Swiss,” ungkap Bayu.
Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, Dewi Rokhayati, turut hadir sebagai panelis dan menyoroti strategi untuk memperkuat pasar domestik. Strategi ini meliputi peningkatan kapasitas UMKM, fasilitasi akses pasar, serta peningkatan kualitas produk.
“Kami mendorong literasi digital, pelatihan bisnis, dan kerja sama dengan toserba hingga industri perhotelan. Selain itu, kami juga mendorong kampanye seperti Program Bangga Buatan Indonesia dan gerakan Kamis Pakai Lokal,” kata Dewi.
Perwakilan delegasi Nigeria, Abdurrazzaq Abdulkarim Ude, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan informasi yang diberikan oleh Kemendag.
“Informasi yang kami peroleh sangat bermanfaat dalam membangun pemahaman yang lebih baik mengenai program Kemendag dan potensi kemitraan ekonomi antara Nigeria dan Indonesia,” jelasnya.