hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Indef : Sektor Pertanian Tahan Banting Sepanjang Pandemi

JAKARTA—Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan laju pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (yoy) selalu positif sejak 2019.  Bahkan pertumbuhan terendah berada di kuartal I/2020 yaitu 0,01 persen (yoy), juga masih positif.

Setelah itu, pertumbuhan sektor pertanian bahkan meningkat tertinggi pada kuartal 3,33 persen (yoy) pada kuartal I/2021, di mana pertumbuhan PDB Indonesia pada saat itu masih negatif -0,74 persen (yoy).

Terakhir, pada kuartal II/2021 saat ekonomi rebound ke 7,07 persen (yoy), pertumbuhan sektor pertanian justru turun namun masih positif di angka 0,38 persen (yoy).

Menurut Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin hal ini menunjukkan  sektor pertanian berperan menjadi bantalan saat terjadi resesi akibat pandemi.

“Di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian di Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang kuat bahkan mengalami pertumbuhan.  Sementara  ekonomi Indonesia terkontraksi dalam -2,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2020,” tutur Bustanul dalam webinar, Senin (20/9/21).

Pada sisi lain pandemi Covid-19 telah menyebabkan kenaikan angka kemiskinan. Berdasarkan survei BPS yang dirilis Februari 2021, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen atau meningkat 0,41 persen poin terhadap Maret 2020, dan 0,97 persen poin terhadap September 2019.

Bustanul menyebutkan, mayoritas orang miskin yang tinggal di pedesaan sebanyak 12,04 juta atau 7,88 persen bekerja sebagai petani atau buruh tani. Hal itu, tambahnya, menandakan adanya ruralisasi yang cukup masif terjadi pada saat pandemi Covid-19.

“Ada fenomena ruralisasi di mana orang-orang kembali dari kota ke desa berharap peruntungan ke desa karena di kota bermasalah,” ungkapnya

Seharusnya transformasi struktur ekonomi Indonesia sebelum pandemi telah beralih dari pertanian ke jasa. Namun, akibat pandemi yang memicu ruralisasi, pangsa pertanian terhadap PDB kembali meningkat.

Dari data yang dipaparkan Bustanul, pangsa pertanian terhadap PDB di 2020 meningkat ke 13,7 persen, dari sebelumnya 13,5 persen pada 2015.

Sementara pangsa industri, seperti manufaktur-tambang, menunjukkan penurunan dari 28,6 persen pada 2015, menjadi 26,3 persen pada 2020.

“Pangsa pertanian seharusnya kan turun terus, tapi ia naik lagi karena ada tambahan tenaga kerja sudah mulai naik lagi,” pungkasnya.


pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate