hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Indef Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Hanya 2,5 Persen pada 2021

JAKARTA-—Wakil Direktur Institute for Development of Economic and Finace (Indef) Eko Listiyanto memperkirakan Perekonomian Indonesia pada 2021 hanya tumbuh 2,5 persen hingga 3 persen.  Angka ini hanya separuh dari proyeksi pemerintah.

Meskipun hanya tumbuh separuh dari proyeksi pemerintah,serta pemulihan ekonomi masih terbatas, tetapi  lebih baik dibanding 2020.

“Ke depan Indonesia menghadapi tantangan moneter. Karena ekspansi akan terbatas seiring, rupiah masih rentan dan mengalami fluktuasi,” ujar Eko dalam webminar, bertajuk “Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021: Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi”, Rabu (18/11/20).

Kapasitas dan utilisasi sektor riil diprediksi masih berada di level 50 persen, yang juga berdampak ke sektor keuangan.  Sementara dalam Undang-Undang APBN 2021, pemerintah menargetkan  pertumbuhan ekonomi  pada 2021 dapat menyentuh lima persen.

“Sayangnya tantangan ekonomi di sektor riil dan moneter masih terlampau banyak untuk mencapai target tersebut. Khususnya perkembangan kasus Covid-19 di domestik maupun global.” Kata Eko.

Dia mengingatkan bahwa penanganan pandemi adalah kunci dalam penanganan konteks ekonomi kali ini.

Sementara pengamat ekonomi dari Bank Central Asia (BCA) David Samual  kalau dari sisi pebankan Indonesia lebih baik dibanding dengan beberapa negara dilihat dari sudut   capital education ratio atau rasio kecukupan modal di mana Indonesia jauh lebih tinggi. 

“Dulu, banyak yang bertanya kenapa CAR kita tinggi sekali, dan kenapa tidak memanfaatkannya untuk ekspansi. Namun, ini terlihat benefitnya sekarang Perbankan mampu menangkal tekanan kredit macet dengan pemupukan pencadangan yang cukup,” papar David.

Di global, terjadi perburuan   saham-saham teknologi seperti Amzon, Tesla diburu.  Dana itu banyak mengalir ke sektor teknologi sekitar 60-70%. Harga saham Zoom naik 8 kali. Dibanding krisis 1998, otoritas bank sentral global lebih tanggap, kelihatan ada pemulihan cepat. Belum lagi, haisl pemelihan Presiden AS membuat pasar lebih optimis.

“Ke depannya kita juga berharap adanya relokasi dari perusahaan luar negeri. Terlebih Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berkunjung ke Indonesia, selain ke Vietnam. Tidak smeua akan mausk ke vietnam, karena yang mau relokasi banyak sekali,” terang dia.

Meskipun demikian David memprediksi kompetisi geo politik AS dan Tiongkok terjadi, sekalipun Biden yang menang. Mungkin caranya berbeda, tetapi itu juga tantangan ekonomi ke depan (Van).   

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate