hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Indef Kritisi Kontribusi Pertanian pada GDP Stganan

JAKARTA—-Sekalipun sektor pertanian tampaknya paling kukuh di tengah pandemi, lembaga penelitian ekonomi  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengkritisi sektor ini.

Direktur Program Indef Esther Sri Astuti menyampaikan kontribusi sektor pertanian pada Gross Domestic Bruto (GDP) sejak  2010 hingga 2020 sebetulnya stagnan rata-rata pada angka 12 persen hingga 13 persen.

“Sementara sektor industri menyumbang 40 persen terhadap GDP, juga sektor jasa yang menyumbang sekitar 40 . Jadi sektor pertanian hanya menyumbang relatif stagnan kecil,” ujar Esther, Senin (8/11). 

Peneliti Indef menyoroti bahwa pertumbuhan per kuartal sektor pertanian masih mengikuti siklus bisnis pada masa tanam dan panen. Umumnya jika masa paenen pertumbuhan relatif baik.

Dia juga mengingatkan bahwa  dari sisi jumlah tenaga kerja sektor pertanian terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2009, mereka yang bekerja di sektor pertanian ada 40 persen, sementara sektor industri ada 18 persen dan sektor jasa tenaga kerja ada 41 persen.

Kemudian pada 2019 mereka yang bekerja di sektor pertanian menurun hingga hanya 28 persen. Sebagian besar bekerja di sektor pangan dan perkebunan dengan tingkat pendidikan hanya lulusan SMP atau di bawahnya.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya pada 5 November lalu mengungkapkan, Jumlah penduduk usia kerja terbanyak tercatat pada sektor pertanian 37,13 juta orang. Jumlah ini masih di atas sektor perdagangan 25,74 juta orang, industri pengolahan 18,7 juta orang, sektor akomodasi dan makanan serta minuman 9,18 juta orang dan sektor konstruksi sebanyak 8,29 juta orang,

Kendati demikian, jika dibandingkan Agustus 2020 terdapat jumlah pengurangan usia kerja terbesar pada sektor pertanian, yakni sebanyak 1,1 juta orang yang tidak lagi bekerja di sektor pertanian.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate