JAKARTA—PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/RNI menyampaikan telah menerima impor enam ribu ton gula kristal putih (GKP) tahap pertama dari total 75 ribu ton penugasan pada 2021 pada Minggu (28/3/21).
Tujuan impor gula ini untuk mengamankan pasokan dan mengantisipasi kelangkaan komoditas gula yang berpotensi terjadi saat mendekati hari raya lebaran.
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan selanjutnya impor gula diterima secara bertahap ke pasar konsumsi pada kuartal 2 dan 3 tahun 2021. Diharapkan pasokan ini bisa memenuhi lonjakan permintaan.
“Kedatangan selanjutnya adalah di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton dan Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton,” ujar Arif dalam siaran persnya, Selasa (30/3/21).
Disusul sebesar 24 ribu ton Kemudian di Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton selama kuartal kedua dan ketiga tahun ini.
Dalam pengamanan komoditas gula ini RNI menggandeng Anggota BUMN Klaster Pangan lainnya, yaitu BGR Logistic dan Berdikari Logistik Indonesia, Anak Perusahaan PT Berdikari, untuk menjalankan aktivitas bongkar-muat dan menyiapkan fasilitas pergudangan.
Saat ini gula masih menjadi bisnis utama RNI dengan total produksi gula RNI pada 2020 mencapai 200 ribu ton. Perkembangan kinerja bisnis gula RNI bersaing dengan industri gula lainnya di Indonesia dengan market share RNI di pasar gula konsumsi Indonesia sekitar 12%.








